RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Pancuranmas, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang ini layak menjadi proyek percontohan nasional.
Tak hanya dirancang untuk menyediakan sembako, namun juga menjual produk-produk UMKM asli setempat. Seperti kain batik khas desa, aneka makanan ringan, hingga kerajinan cobek batu kali asal Dusun Pending.
Selain menjadi wadah pamer produk, KDMP Pancuranmas juga bekerja sama dengan Bulog menyediakan sembako murah, seperti beras SPHP, Minyakita, dan gula pasir.
Kepala Desa Pancuranmas Yuni Puji Istiono menjelaskan, kehadiran koperasi ini diproyeksikan untuk menjadi pusat grosir bagi warung kelontong kecil di area pelosok desa. "Harapan saya, koperasi bisa menjadi grosir. Sehingga pedagang-pedagang yang ada di desa, terutama yang di pojok-pojok bisa kulakan di KDMP," ujar ayah dari pesepakbola Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi ini kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Kehadiran pusat grosir baru ini pun berjalan sangat kondusif di lapangan. Regulasi harga yang bersahabat terbukti sama sekali tidak memicu konflik atau persaingan tidak sehat dengan pedagang kelontong sekitar yang sudah ada lebih dulu.
Babinsa sekaligus pengawas KDMP Desa Pancuranmas Serka Wijaya menegaskan komitmen tersebut. "Atas swadaya masyarakat juga, semuanya ikut bangun koperasi ini. Kita ambilkan warga setempat Desa Pancuranmas, tidak dari luar," ucapnya.
Dikatakan, operasional harian koperasi dijalankan oleh enam orang karyawan yang juga warga desa setempat.
Saat ditanya tantangan yang dihadapi, Serka Wijaya menyebut stok sembako dan barang-barang lain yang tak kunjung dikirim dari pusat, serta sisi permodalan yang dinilai masih kurang. Kendati demikian, masa depan koperasi ini tetap diproyeksikan cerah karena seluruh fasilitas dan gedung nantinya akan diserahkan menjadi aset murni milik desa. (mg1/mg3/aro)
Editor : H. Arif Riyanto