RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meminta seluruh pihak tidak membuka jalur pendakian Gunung Merapi selama aktivitas vulkanik masih membahayakan.
Pemerintah daerah diminta tidak mengeluarkan izin pendakian karena status Gunung Merapi hingga kini masih Level III (Siaga).
"Kalau memang kondisinya masih berbahaya dan berpotensi menimbulkan dampak bencana, kami minta jangan diizinkan," tegas Suharyanto usai meninjau pipanisasi jaringan air bersih di Desa Gondang, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jumat (3/7/2026).
Ia meminta pemerintah daerah bersama Forkopimda, Polri, dan TNI bersikap tegas menyikapi polemik rencana pembukaan jalur pendakian yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurut dia, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas di atas kepentingan lainnya.
"Silakan diatur sebagaimana mestinya. Kalau kondisinya masih berbahaya, lebih baik izinnya tidak dikeluarkan," ujarnya.
Pernyataan tersebut menyusul beredarnya video ajakan pembukaan jalur pendakian Merapi secara mandiri oleh sejumlah warga di kawasan Selo.
Dalam video itu disebutkan warga bersepakat membuka kembali jalur pendakian setelah delapan tahun ditutup dengan alasan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Namun, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) memastikan hingga saat ini jalur pendakian Merapi tetap ditutup.
Penutupan dilakukan karena aktivitas erupsi efusif masih berlangsung dan status gunung api tersebut belum turun dari Level III (Siaga).
Kepala Balai TNGM Heri Wibowo menjelaskan, hasil pemantauan menunjukkan suplai magma masih terus berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran di kawasan bahaya.
"Pendakian Gunung Merapi sampai saat ini masih ditutup hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan karena membahayakan keselamatan," katanya dalam siaran pers.
BTNGM juga mengimbau masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya mengenai aktivitas Merapi.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah maupun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Terpisah, aktivitas Merapi masih menunjukkan potensi bahaya.
Pada Kamis (2/7/2026) pukul 23.58, gunung api tersebut kembali meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 1.800 meter ke arah barat daya. (rfk/zal)
Editor : H. Arif Riyanto