Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Harga Telur Ayam Sentuh Titik Terendah

Puput Puspitasari • Kamis, 2 Juli 2026 | 20:08 WIB
Peternak ayam petelur berharap pemerintah mengendalikan harga pakan. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Peternak ayam petelur berharap pemerintah mengendalikan harga pakan. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid Harga telur di tingkat peternak mulai membaik menjadi Rp 19.500 per kg pada 29 Juni. Perubahan harga tersebut dinilai cukup signifikan, mengingat harga sebelumnya sempat menyentuh titik terendah sepanjang bulan Juni, yakni di kisaran Rp 17.000 per kg.

Peternak asal Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Gabriel Sas Hernando Nurhadi mengaku, cukup resah dengan fluktuasi harga telur yang cenderung merosot. “Sangat menantang. Harga acuan turun jauh, tapi harga pakan nggak ikut turun,” ujar Nando—sapaan akrabnya, dihubungi Jawa Pos Radar Magelang, Kamis (2/7/2026).

Di tengah kondisi mencekik seperti ini, ia harus pandai-pandai menyiasati agar usahanya tidak tekor. Fokus utama yang dilakukan adalah efisiensi operasional dan pengetatan biosecurity atau upaya melindungi ayam dari risiko paparan penyakit menular. Langkah ini diambil agar ayam-ayam tetap dalam kondisi sehat dan tidak memberikan beban biaya tambahan jika terjangkit penyakit.

“Kami harus ekstra menjaga kesehatan ayam dan sanitasi kandang. Logikanya, di saat margin sedang sangat tipis, kita tidak boleh sampai kecolongan ayam sakit yang membuat produktivitasnya drop. Kalau produksi turun saat harga pakan masih tinggi, tekanannya akan jauh lebih berat,” ungkapnya.

Nando berujar, menjaga kesehatan hewan ternak tidak bisa disepelekan, terlebih saat ini Indonesia sedang menghadapi peralihan musim. “Bila tidak diperhatikan betul, pergantian musim seperti ini membuat ayam rawan sakit. Produktivitas juga rawan drop,” tandasnya.

Anggota Paguyuban Peternak Petelur Magelang (P3M) itu meraba faktor yang menyebabkan harga turun. Ada kemungkinan terpengaruh dari rendahnya permintaan pasar di bulan Suro.

“Serapannya turun, karena bulan Suro. Dan permintaan dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) juga on hold. Biasanya ada dan cukup besar permintaannya. Saya kira ada pengaruhnya juga,” tuturnya Nando.

Dalam situasi sulit seperti ini, pihaknya berharap ada kehadiran negara untuk menjaga keseimbangan ekosistem harga telur, terutama dalam mengendalikan disparitas.

“Ketika harga acuan telur turun, idealnya ada instrumen yang bisa ikut jadi penyeimbang dan mengevaluasi harga pakan agar ikut proporsional,” imbuhnya.

Nando pun sulit menyebutkan harga paling ideal untuk telur. Yang jelas, ia ingin harga telur di tingkat peternak bisa di atas harga pokok penjualan (HPP), menguntungkan setelah dikurangi biaya secara keseluruhan.

“HPP ini sifatnya dinamis. Salah satu komponen terbesarnya dari pakan. Jadi, harga ideal bagi peternak itu bukan soal nominal per kilonya harus di angka berapa, tapi yang penting selisihnya itu rasional untuk menutup biaya pakan, operasional harian kandang, dan menyisakan margin wajar agar keberlangsungan usaha tetap jalan,” paparnya.

Belum lagi, peternak harus melakukan regenerasi ayam agar panen telur bisa tetap melimpah. Di sisi lain, biaya memelihara anak ayam, baik dari DOC maupun pullet ke usia produktif juga membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Ayam tua diafkir, peternak juga perlu besarkan anak ayam dari usia anakkan sampai dengan usia sekitar 20-an minggu. Saat usia masih di bawah 20 minggu, yang terjadi ayam belum bertelur tapi biaya pakan jalan terus,” imbuhnya.

Karena itu, margin keuntungan yang didapat peternak otomatis tidak bisa langsung untuk dihabiskan begitu telur terjual. “Semua ada hitungannya,” pungkasnya. (put/aro)

Harga Telur Magelang Raya

-         Pembelian di atas 100 peti       Rp 19.500 per kg

-         Pembelian 51-100 peti              Rp 19.800 per kg

-         Pembelian 11-50 peti                 Rp 20.100 per kg

-         Pembelian 1-10 peti                   Rp 20.500 per kg

-         Telur ayam afkir                           Rp 18.000 per kg

DIOLAH DARI BERITA

 

Editor : H. Arif Riyanto
#telur ayam #Secang #Kabupaten Magelang #pakan ternak