Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Gagal Daftar SMA Negeri Gara-gara Data Dapodik Dicatut Sekolah Swasta

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 2 Juli 2026 | 19:58 WIB
Dimas D Saputro menunjukkan laporan polisi dan data KJP adiknya dicatut oleh sekolah swasta.
Dimas D Saputro menunjukkan laporan polisi dan data KJP adiknya dicatut oleh sekolah swasta.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Nasib apes dialami seorang remaja asal lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang yang gagal bersekolah di SMA Negeri. Pasalnya, nomor induk siswa (NIS) berinisial KJP, 17, warga Kecamatan Srumbung  itu sudah tercantum sebagai siswa SMA Muhammadiyah Ngluwar.  

KJP sendiri diketahui lulus SMP Negeri 1 Muntilan pada 2025 lalu. Namun, dia tak langsung melanjutkan ke SMA, karena menjaga ayahnya yang sakit. Nah, setelah sang ayah meninggal, KJP ingin melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 1 Muntilan pada 2026 ini sesuai pesan ayahnya sebelum meninggal.

Ia pun disarankan mendaftar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 melalui jalur afirmasi ATS (anak tidak sekolah). KJP pun mendaftar ke SMAN 1 Muntilan. Namun, kejanggalan muncul setelah data administrasi KJP memuat status dirinya sebagai pelajar aktif SMA Muhammadiyah Ngluwar. Padahal KJP mengaku sama sekali tidak pernah mendaftar di sekolah swasta tersebut. 

Kakak pertama KJP, Dimas D Saputro, 35, menceritakan, kejadian bermula saat awal Juni 2026 lalu adiknya minta tolong temannya membantu membuat akun untuk mendaftar SPMB.  Namun, teman adiknya bilang tidak bisa. “Awalnya dikira ada kendala di sistem. Sehingga pada hari kedua dicoba lagi, tapi tetap tidak bisa,” katanya. 

Selanjutnya, pada Rabu (3/6), KJP bersama ibunya, Suci Nurhayati, 52, mendatangi SMAN 1 Muntilan untuk meminta bantuan membuat akun. Saat itu, pihak panitia mengatakan kalau KJP sudah terdaftar di SMA Muhammadiyah Ngluwar, sehingga tidak bisa bikin akun. “Pihak Dikbud menyarankan kami lapor ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII,” jelasnya.

Di Cabang Dinas Pendidikan wilayah VIII, pihaknya mendapatkan informasi jika tidak bisa mendaftar di SMAN karena telah terdaftar di SMA Muhammadiyah Ngluwar sejak 15 Juli 2025 sampai 10 September 2025.  “Setelah dicek, ternyata (adik) sudah mengundurkan diri sejak 25 September 2025. Lalu, pada Kamis (4/6), adik dan ibu datang ke SMA Muhammadiyah Ngluwar,” ujarnya.

Saat mendatangi SMA Muhammadiyah Ngluwar, kata Suci, kepala sekolah yang baru menyampaikan permohonan maaf. Pihak sekolah berkilah bahwa yang mengunggah data Dapodik (data pokok pendidikan) adalah Saifudin Arafat Eko Prasetya, kepala sekolah lama yang sekarang berdinas di SMA Negeri 1 Bandongan.

Dihubungi terpisah, mantan Kepala SMA Muhammadiyah Ngluwar Saifudin Arafat mengatakan, terkait permasalahan tersebut, pihaknya mengikuti arahan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang.

“Mohon maaf, terkait permasalahan tersebut saya mengikuti arahan dari PDM Kabupaten Magelang agar penyampaian informasi kepada media dilakukan melalui satu pintu. Oleh karena itu, mohon izin apabila untuk keterangan resmi dapat berkoordinasi langsung dengan PDM Kabupaten Magelang,” kata Arafat dalam pesannya.

Sementara Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PDM Kabupaten Magelang Muh Rofi mengatakan, pihaknya meluruskan bukan dilimpahkan ke PDM Kabupaten Magelang.

“Jadi, yang berperkara ini ujung-ujungnya yang menyebabkan Pak Arafat selaku kepala sekolah yang lama. Karena ada kejadian itu, kita mencari solusi bersama Cabang Dinas Pendidikan wilayah VIII,” ujarnya

Dihubungi terpisah, Wakasat Reskrim Polresta Magelang AKP Toyib Riyanto saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya pengaduan tersebut.

“Di minggu ini rencana melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang mengetahui kejadian itu. Tapi, tetap ditindaklanjuti dalam artian penyidik ingin ngerti kejadian yang sebenarnya seperti apa,” kata Toyib. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#gunung merapi #anak tidak sekolah #sma negeri #SMA Muhammadiyah #dapodik