Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Hadapi Kemarau Panjang, Relawan Bencana Kabupaten Magelang Dibekali

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 25 Juni 2026 | 21:33 WIB
Wakil Bupati Magelang Sahid menjadi narasumber kegiatan sosialisasi dan pelatihan relawan kolaborasi pemerintah dan relawan dalam menghadapi kemarau.
Wakil Bupati Magelang Sahid menjadi narasumber kegiatan sosialisasi dan pelatihan relawan kolaborasi pemerintah dan relawan dalam menghadapi kemarau.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Berpotensi mengalami musim kemarau panjang, Wakil Bupati Magelang Sahid mendorong agar relawan menjadi ujung tombak dan garda terdepan.

Sebab, dampak dari kemarau panjang ini tentu tidak bisa diremehkan.

Mulai potensi krisis air bersih, ancaman kekeringan pada lahan pertanian yang bisa mengganggu ketahanan pangan, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng-lereng gunung sekitar Magelang.

“Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah tidak akan bisa bekerja sendiri dalam menghadapi potensi bencana ini. Anggaran dan personel yang dimiliki sangat terbatas,” kata Sahid saat memberikan arahan pada acara sosialisasi dan pelatihan relawan kolaborasi pemerintah dan relawan dalam menghadapi kemarau, bertempat di pendopo Kantor BPBD Kabupaten Magelang, Kamis (25/6/2026).

Karena itu, konsep Pentahelix, khususnya kolaborasi antara pemerintah dan relawan menjadi kunci utama.

“Relawan adalah ujung tombak, mata dan telinga pemerintah di garda terdepan,” ujarnya. 

Sahid berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini relawan dapat menyerap ilmu dan keterampilan mitigasi kekeringan dengan baik, kemudian menjalin sinergi dan komunikasi, terjalin jalur koordinasi yang cepat dan tepat antara relawan di lapangan dengan BPBD serta instansi terkait.

Selanjutnya dapat melakukan edukasi kepada masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Bambang Hermanto menyampaikan, berdasarkan perkiraan BMKG puncak kemarau akan jatuh pada bulan Juli hingga Agustus, maka perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi agar dampak musim kemarau dapat diminimalisasi.

Dikatakan, dalam mewujudkan Sapta Cipta “Lestari Alame,” BPBD telah menetapkan Sapta Aksi, yaitu pembentukan Desa Tangguh Bencana, pengelolaan Early Warning System (EWS), sosialisasi dan edukasi kebencanaan, pembentukan kecamatan tangguh bencana, kolaborasi logistik kebencanaan, peningkatan kapasitas relawan, serta pemulihan ekonomi pasca bencana terutama untuk warga miskin yang terdampak.

"Peserta sosialisasi ini berjumlah 150 orang relawan bencana dari 10 kecamatan pada Eks Kawedanan Salam, Salaman, dan Bandongan atau dari wilayah yang rawan bencana," terang Bambang. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Pantahelix #musim kemarau #relawan bencana #BPBD Kabupaten Magelang #krisis air bersih