Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Bupati Magelang Grengseng Dorong Pertanian Cerdas di Musim Kemarau

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Selasa, 23 Juni 2026 | 08:02 WIB
Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat meninjau stan Peringatan Hari Krida Pertanian Kabupaten Magelang.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat meninjau stan Peringatan Hari Krida Pertanian Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan bahwa fenomena keringnya mata air pertanian akibat musim kemarau tidak boleh sampai menjadi "air mata" atau kesengsaraan bagi para petani di Kabupaten Magelang. 

Guna mengantisipasi dampak kekeringan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang bergerak cepat mendorong produktivitas sektor agraria lewat kolaborasi lintas sektor dan modernisasi teknologi.

Hal ini disampaikan Bupati Grengseng dalam peringatan Hari Krida Pertanian di Pendopo UPTD Balai Taman Anggrek, Mendut, Kecamatan Mungkid, Senin (22/6/2026).

Bupati mengajak petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Kepala Desa, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperkuat koordinasi.

Salah satu solusi konkret yang disiapkan adalah mengoptimalkan program sumur bor melalui sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Namun, Bupati menggarisbawahi bahwa efektivitas bantuan ini sangat bergantung pada kejujuran dan akurasi data dari lapangan.

Petani dan penyuluh diminta melaporkan kondisi apa adanya—apakah saluran irigasi memang mengering secara alami atau mengalami kebocoran infrastruktur. Data faktual ini krusial agar kebijakan yang diambil pemerintah tidak salah sasaran.

Menghadapi tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar, Pemkab Magelang kini mulai menggeser paradigma pertanian tradisional menuju ekosistem pertanian cerdas (smart farming).

Era baru ini akan berfokus pada efisiensi kerja, metode ramah lingkungan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendongkrak nilai jual komoditas.

Bupati menaruh harapan besar pada generasi muda atau petani milenial untuk menjadi motor penggerak perubahan ini.

Kehadiran anak muda yang membawa kreativitas, sains, dan penguasaan teknologi diyakini mampu mengubah citra pertanian menjadi sektor modern yang menjanjikan secara ekonomi.

“Mari kita ubah cara pandang bahwa petani bukan sekadar profesi, melainkan agen perubahan, penjaga ketahanan pangan dan pelaku utama pembangunan bangsa,” kata Grengseng. (rfk/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#teknologi #musim kemarau #pertanian #Hari Krida Pertanian #Bupati Magelang Grengseng Pamuji