RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Polresta Magelang sukses melahirkan jawara baru dalam dunia olahraga elektronik. Rangkaian Turnamen E-Sport Kapolresta Magelang Cup 2026 bertajuk “Dream to Become Kapolri Cup” resmi ditutup dengan kemenangan mutlak Team Marcel Nesu sebagai juara pertama kategori umum pada Senin (15/6/2026).
Atas kemenangan ini, mereka resmi menyandang status sebagai perwakilan terbaik Polresta Magelang untuk berlaga di ajang bergengsi E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar menegaskan, kehadiran Polri kini meluas hingga ke ruang digital demi membimbing generasi muda ke arah yang produktif. Sebelum turnamen dimulai, para peserta membacakan ikrar Deklarasi Pelajar Peduli Harkamtibmas.
“Kami berharap melalui turnamen ini lahir talenta-talenta E-Sport dari Magelang yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional. Jadikan kompetisi ini sebagai wadah menyalurkan hobi secara sportif dan menjauhi berbagai kegiatan negatif seperti tawuran maupun balap liar,” tegas Kombes Pol Herbin.
Langkah menuju tangga juara menyajikan tontonan yang sengit. Di babak semifinal, Team Marcel Nesu berhasil menumbangkan Team Borobuduran, sementara Team Ayam Selatan sukses menghentikan perlawanan Pegasus Family.
Partai puncak yang mempertemukan Team Marcel Nesu dan Team Ayam Selatan berjalan sangat menegangkan. Namun, strategi matang dan kerja sama solid membuat Team Marcel Nesu tampil sangat dominan. Mereka sukses mengunci gelar juara setelah menang telak dengan skor akhir 3-0 tanpa balas.
Atas kemenangan itu, mereka dijadwalkan langsung bertolak untuk mewakili Polresta Magelang pada ajang Kapolda Jateng Cup 2026 yang akan digelar pada 20 Juni 2026 di Solo.
Ps. Kasi Humas Polresta Magelang Ipda Ady Lilik Purbianto mengatakan, kompetisi kreatif seperti ini terbukti efektif membangun kedekatan emosional antara kepolisian dan masyarakat siber.
“Melalui E-Sport, Polri ingin hadir lebih dekat dengan generasi muda sekaligus mengajak mereka bersama-sama menjaga keamanan. Kami berharap kompetisi ini tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga generasi yang bijak dalam bermedia digital, menjunjung sportivitas, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja maupun kejahatan berbasis digital,” pungkas Ipda Ady Lilik. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto