Puluhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magelang terkena suspend dan harus stop operasi sementara. (DOKUMENTASI)
RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Puluhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sempat berhenti beroperasi sementara waktu.
Penghentian layanan ini dipicu oleh keterlambatan pengisian ulang (top up) dana operasional dari pusat ke rekening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Koordinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Magelang Nrangwesthi Widyaningrum membenarkan adanya kendala tersebut.
Ia menyebutkan, setidaknya ada 31 dapur MBG di wilayah Kabupaten Magelang yang terpaksa meliburkan aktivitasnya sejak Senin (8/6/2026).
"Penyebab utamanya karena terkendala top up keuangan ke SPPG," ujar Nrangwesthi saat memberikan keterangan kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (9/6/2026).
Meski demikian, Nrangwesthi memastikan bahwa situasi tersebut kini mulai teratasi.
Pada Selasa (9/6/2026), sudah ada dua dapur MBG yang kembali mengepul dan menyalurkan makanan.
Pihaknya memproyeksikan seluruh dapur akan kembali beroperasi normal pada Rabu (10/6/2026) esok hari.
"Kemarin SPPG-SPPG tersebut sudah ter-top up kembali. Prediksi kami besok (Rabu) sudah mulai operasional serentak," lanjutnya.
Murni Kendala Mekanisme Birokrasi
Dalam kesempatan tersebut, Nrangwesthi secara tegas membantah isu yang mengaitkan berhentinya operasional dapur dengan isu korupsi yang tengah hangat diperbincangkan publik belakangan ini.
Ia meluruskan bahwa mandeknya aliran dana murni akibat hambatan teknis prosedural dalam birokrasi pencairan anggaran negara.
"Ini prosesnya dari pusat yang masih terkendala dengan pencairannya. Bukan berarti dananya tidak ada, tetapi mekanisme pencairannya yang sempat mengalami kendala teknis," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa sistem pendanaan program ini berbasis pada pelaporan berkala.
Setiap hari, SPPG diwajibkan mengirimkan laporan hasil operasional harian ke tingkat pusat.
Rekapitulasi laporan tersebut kemudian dijadikan dasar oleh keuangan pusat untuk melakukan pengisian saldo kembali.
Namun, karena program MBG bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), proses verifikasinya melibatkan lintas instansi, termasuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Alur birokrasi berlapis inilah yang sempat mengalami gangguan teknis hingga berdampak pada operasional di lapangan.
Penyaluran Mulai Normal
Dalam skema normal, Badan Gizi Nasional biasanya mentransfer dana operasional ke rekening akun virtual (virtual account) masing-masing SPPG sekali dalam sepekan.
Kendati sempat tersendat, proses transfer dilaporkan sudah kembali berjalan.
"Sebagian besar virtual account SPPG sudah terisi kembali sejak hari Jumat pekan lalu, dan pada Senin kemarin beberapa SPPG lainnya juga menyusul terisi," pungkas Nrangwesthi.
Dengan terisinya kembali kas operasional di masing-masing satuan pelayanan, program pemenuhan gizi gratis bagi masyarakat di Kabupaten Magelang dipastikan akan segera berjalan penuh tanpa hambatan dalam waktu dekat. (rfk/aro).