RADARMAGELANG.ID, Mungkid —Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) 2026 di Ruang Bina Karya, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Selasa (9/6/2026).
Agenda strategis ini menggandeng generasi muda potensial dari unsur Gerakan Pramuka Saka Adhyasta Pemilu guna mencetak kader pengawas yang militan, berkarakter, serta siap aktif mengawal integritas pesta demokrasi di masa depan.
Hadir membuka acara, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Nur Kholiq.
Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Magelang Bambang Agus Setiyawan menjelaskan, tujuan P2P ini mewujudkan kemandirian lembaga pengawas pemilu dalam melakukan pengawasan partisipatif, meningkatkan keterampilan teknis anggota Gerakan Pramuka dalam mengawasi tahapan pemilu, serta menguatkan pembinaan karakter dan wawasan kepemiluan.
“Kami ingin membentuk kapasitas SDM pengawas partisipatif yang militan dan siap bertugas menjaga integritas pemilu," ujar Bambang Agus Setiyawan.
Kegiatan pelatihan intensif ini diikuti 40 peserta dari empat pangkalan SMA di Kabupaten Magelang.
Masing-masing sekolah mengirimkan 10 perwakilan, yakni SMA Negeri 1 Kota Mungkid, SMA Negeri 1 Ngablak, SMA Negeri 1 Muntilan, dan SMA Muhammadiyah Salaman.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang Muhammad Habib Saleh menekankan, P2P merupakan transformasi sekaligus keberlanjutan dari program
Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang diinisiasi sejak era pandemi Covid-19.
“Hingga kini, program tersebut telah melahirkan ratusan alumni di Magelang yang aktif bergerak dalam wadah Simpul Pengawasan melalui kegiatan edukatif publik seperti diskusi berkala dan produksi konten podcast,” katanya.
Habib Saleh mengapresiasi daya kritis para peserta yang mampu memberikan analisis tajam terhadap materi teknik pengawasan konseptual dan menyandingkannya dengan dinamika riil di lapangan.
“Ke depan, Bawaslu Kabupaten Magelang berencana menyusun kurikulum pembelajaran rutin di kantor Bawaslu, serta memberikan pembekalan soft skill tambahan berupa kemampuan pembuatan konten positif dan teknik menulis berita bagi anggota Pramuka,” paparnya.
Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Nur Kholiq menggarisbawahi pentingnya peran pemuda dalam lintasan sejarah Indonesia, mulai dari momentum Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, hingga era Reformasi 1998.
Menghubungkan hal tersebut dengan konteks politik, Nur Kholiq menyatakan bahwa pemilu merupakan instrumen resmi perubahan sosial, sehingga pemuda wajib mengambil peran sejarah di dalamnya.
Nur Kholiq memaparkan data bahwa total jumlah pemilih di Jawa Tengah per tahun 2025 telah menyentuh angka 29,7 juta jiwa, di mana hampir 50 persen di antaranya didominasi oleh pemilih pemula dari kalangan generasi muda.
Oleh karena itu, sasaran P2P di Jawa Tengah difokuskan penuh kepada anggota Pramuka karena mereka telah memiliki modal dasar berupa jiwa kerelawanan, kemandirian, dan komitmen Dasa Darma.
Lebih lanjut Nur Kholiq mengingatkan agar para peserta bersiap sejak dini. Meskipun Pemilu dan Pemilihan Serentak baru akan digelar pada tahun 2029, alokasi anggaran persiapan dan penyusunan tahapan kepemiluan dari APBN sudah mulai berjalan pada tahun 2027 depan.
"Alumni P2P ini nantinya secara otomatis akan mendapatkan sertifikat kelulusan resmi dan diintegrasikan sebagai bagian dari keluarga besar Bawaslu Kabupaten Magelang," ujarnya.(rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto