RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Tim Pemugaran Candi Losari, Salam, Kabupaten Magelang temukan sebuah arca dan peripih yang selama ini tersembunyi di dalam struktur candi. Pemugaran sendiri rencananya akan dilaksanakan hingga Oktober mendatang.
Proses pemugaran Candi Losari, yang berada di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam sudah masuk ke tahap proses pembuatan pondasi atau kaki candi. Di mana pada bagian bawah dilakukan pengecoran mengingat debit air dari bawah sangat tinggi atau deras.
Juru pugar, Restu Hidayat menjelaskan, penemuan arkeologis berupa arca ini tertanam di bawah lantai candi, sekitar tiga lapis dari permukaan. Penemuan itu terjadi ketika tim bekerja hingga lapisan ke-9 dalam proses pembongkaran. “Setelah penemuan ini, kami (tim penggalian) melanjutkan proses penggalian hingga tanah asli dan hasilnya kami menemukan kotak peripih,” ujarnya.
Peripih merupakan wadah ritual yang lazim ditempatkan di inti bangunan candi sebagai simbol sakral. Namun, kondisi peripih yang ditemukan di Candi Losari tidak lagi utuh. Bagian penutupnya terpisah dari wadah utama.
Di dalamnya, tim menemukan lempengan logam berwarna kekuningan berukuran kecil, sekitar satu hingga 1,5 cm persegi dengan ketebalan sangat tipis. Hingga kini, material tersebut belum dapat dipastikan sebagai emas karena masih menunggu pengujian laboratorium.
Sementara itu, penanggung jawab rekonstruksi, Junawan menambahkan, penemuan arca kali ini melengkapi hasil ekskavasi sebelumnya yang menemukan tiga arca dengan bentuk serupa. Secara keseluruhan, arca-arca tersebut memiliki karakteristik yang sama dan diduga merepresentasikan Dewa Surya dalam tradisi Hindu, dengan perbedaan ukuran yang sangat tipis.
Tim memperkirakan jumlah arca dalam satu kesatuan struktur mencapai delapan blok. Namun hingga kini, baru lima arca yang berhasil ditemukan, sementara sisanya belum dapat dipastikan keberadaannya.
Seluruh temuan terbaru, termasuk arca dan peripih, telah diamankan di kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X guna menjaga keamanan dan mendukung proses penelitian lebih lanjut.
Candi Losari sendiri dikenal sebagai situs unik karena sebagian besar strukturnya berada di bawah permukaan tanah. Kondisi ini diduga akibat tertimbun material erupsi Gunung Merapi pada masa lalu.
Junawan menambahkan, pemugaran yang dimulai sejak Februari 2026 ditargetkan mencapai lapisan ke-14 hingga Oktober 2026. Tahap awal ini difokuskan pada penyusunan bagian kaki dan sebagian tubuh bawah candi.
“Bentuk utuh candi belum akan terlihat pada tahap ini karena prosesnya bertahap dan berlanjut ke tahap berikutnya,” jelas Junawan.
Setelah tahap pertama selesai, tim berencana melanjutkan ekskavasi di sisi barat dan selatan. Area tersebut diduga masih menyimpan struktur tambahan yang tertimbun. “Termasuk kemungkinan keberadaan candi perwara sebagai bagian dari kompleks percandian,” ujarnya. (rfk)
Editor : H. Arif Riyanto