Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Ada Perbaikan Jembatan Krakitan Salam, Jalan Utama Magelang-Jogja Ditutup Satu Lajur, Polisi Terapkan Contra Flow

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 4 Juni 2026 | 20:14 WIB

 

Jembatan Krakitan, di Jalan utama Jogjakarta-Magelang diperbaiki, contra flow diterapkan. (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Jembatan Krakitan, di Jalan utama Jogjakarta-Magelang diperbaiki, contra flow diterapkan. (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Jembatan Krakitan yang berada di jalan utama Jogjakarta-Magelang, Kecamatan Salam direnovasi.
Satlantas Polresta Magelang lakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan contra flow di lokasi pembangunan.
“Untuk contra flow ini, jembatan B yang seharusnya satu arah dari Jogjakarka ke Magelang kita jadikan dua arah, menjadi jalur Magelang-Jogjakarta dan Jogjakarta-Magelang,” jelas KBO Satlantas Polresta Magelang Iptu Rosyid Sugiarto kepada Jawa Pos Radar Magelang saat mengecek arus lalu lintas di sekitar Jembatan Krakitan, Kamis (4/6/2026).
Rosyid menjelaskan, selain penerapan contra flow, pihaknya juga melakukan rekayasa untuk U Turn.
Di mana sebelumnya u turn Java dan u turn Bakso Pak Tejo selama proyek pembangunan ini sementara ditutup.
“Dialihkan di median jalan dekat area pembangunan agar para pengendara yang memanfaatkan contra flow tidak terlalu jauh,” ucapnya.
Rosyid menyampaikan, rekayasa lalu lintas ini sudah berlangsung sejak 1 Juni lalu hingga proyek pembangunan selesai.
Terkait antisipasi kemacetan di lokasi, Rosyid menjelaskan, pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui flyer di media sosial yang sudah disebarkan.
Pihaknya juga sudah menyiapkan sejumlah titik alternatif apabila terjadi kepadatan arus, khususnya untuk kendaraan pribadi, seperti mobil dan sepeda motor.
"Dari Jogjakarta menuju Magelang ada dua ruas jalur yang bisa dilalui untuk pengalihan arus," katanya.
Yakni, dari arah Jogjakarta-Magelang sebelum lokasi pembangunan ada gang sebelah Indomaret tembus Desa Mantingan dan jika tekuk kanan akan tembus di Simpang Tiga Semen.
"Kemudian di bawah Tugu Ireng, juga ada jalur yang bisa dimanfaatkan, nanti pengendara tekuk kiri dan bisa tembus di Ringin Pasar Ngluwar," jelasnya.
Sedangkan untuk dari Magelang-Jogjakarta, jelas Rosyid, pengemudi roda empat apabila ada kepadatan arus bisa melalui Gang Kradenan tekuk kiri dan tembus sampai Jerukagung kemudian tekuk kanan sampai SPBU Baledono.
Untuk pengendara roda dua, bisa melalui Simpang Sucen tekuk kiri dan tembus di Jerukagung, setelah itu tekuk kanan dan tembus di SPBU Baledono, Salam.
“Sekali lagi, jalur alternatif ini hanya untuk kendaraan pribadi, seperti mobil dan motor. Untuk kendaraan besar, seperti truk dan bus tetap melalui jalur utama,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, untuk kepadatan arus sendiri terjadi dua gelombang.
Yakni, pagi hari pukul 06.30 - 07.00 dan padat kembali pukul 07.30 - 08.00.
Untuk sorenya, akan mengalami kepadatan pada pukul 15.00 - 18.00, khususnya dari arah Jogjakarta-Magelang.
“Sedangkan untuk bus pariwisata yang ingin menghindari jalur ini dan ingin menuju ke Candi Borobudur, bisa melalui jalur Kalibawang dan yang dari Magelang ke Jogjakarta melalui jalur Kalibawang, Kulonprogo."
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Provinsi Jawa Tengah Jutika Aditya Nugraha menjelaskan, proyek perbaikan jembatan Krakitan ini dilakukan berdasarkan hasil survei dari Kementerian Pekerjaan Umum, jembatan ini sudah melampaui umur rencana.
Sebab, jembatan itu diperkirakan sudah berusia lebih dari 50 tahun.
Selain itu, kondisi bangunan bawah dinilai tidak lagi memenuhi standar kelayakan. “Struktur bawahnya sudah tua, sehingga memang harus diganti,” ujarnya.
Selain faktor usia, kata dia, aspek keselamatan juga menjadi pertimbangan penting.
Lebar jembatan eksisting yang hanya sekitar enam meter dinilai tidak lagi mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat, terutama di jalur Magelang-Jogjakarta.
Sehingga dalam pembangunan ini, pihaknya akan melakukan pelebaran jembatan, di mana saat ini untuk jalan menuju jembatan dan setelah jembatan tujuh setengah sampai delapan meter. Dan akan diperlebar kurang lebih delapan meter sampai 10 meter.
Kemudian di sisi jembatan eksisting untuk aspalnya enam meter.
Dan nanti akan diperlebar sekitar delapan meter, dengan total lebar jembatan mencapai 10 meter, termasuk trotoar dan pagar pengaman.
Ia berharap, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sekaligus menekan risiko kecelakaan.
“Kami berharap dengan pelebaran ini, potensi kecelakaan bisa diminimalkan, bahkan kalau bisa sampai nol,” terangnya.
Dia menyebut, proyek yang dibiayai APBN 2026 ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp7,4 miliar.
Total panjang penanganan mencapai 350 meter dengan bentang utama jembatan sepanjang 18 meter.
Kontrak pekerjaan telah dimulai sejak 29 April 2026, dengan target penyelesaian selama 180 hari kalender atau sekitar 26 Oktober 2026.
Meski kontrak dimulai sejak akhir April, penutupan total jembatan baru dilakukan pada 1 Juni 2026.
“Hal ini kita lakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan. Seperti pengurusan administrasi, desain, serta hasil koordinasi dengan pihak Dishub Kabupaten Magelang dan Polresta Magelang. Mengingat dalam momen April dan Mei tersebut ada momen libur panjang Idul Adha serta Waisak,” jelasnya.
Sehingga diputuskan pengerjaan bagian atas dimulai pada 1 Juni.
Dalam kurun waktu tersebut, pihaknya juga sudah melakukan pembangunan di bagian bawah.
“Seperti pengeboran melakukan pengecekan atau survey lapisan tanahnya,” ujarnya. (rfk)
Editor : H. Arif Riyanto
#contra flow #Salam #jembatan #Jalan Magelang - Jogja #Perbaikan