Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Hadir di Puncak Waisak di Candi Borobudur, Wapres Gibran: Jadikan Perbedaan sebagai Kekuatan

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Senin, 1 Juni 2026 | 20:04 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri Dharmasanti Tri Suci Waisak di Taman Lumbini, Candi Borobudur. (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri Dharmasanti Tri Suci Waisak di Taman Lumbini, Candi Borobudur. (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak umat Buddha di seluruh Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat toleransi, dan menjaga persaudaraan lintas agama sebagai fondasi penting pembangunan bangsa.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 Buddhist Era (B.E.) Tahun 2026 di Taman Lumbini, Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Gibran menyampaikan, perayaan Waisak di Borobudur tidak hanya sebagai perayaan agama saja.

Namun juga menjadi sebuah simbol kuat bahwa Indonesia merupakan rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian dan menghargai keberagaman, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan.

“Indonesia sebagai bangsa yang besar tentu membutuhkan persatuan dan perdamaian sebagai modal kuat dalam pembangunan bangsa,” katanya.

Mengusung tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”, peringatan Waisak tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan, kebijaksanaan, dan kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkokoh kerukunan sosial, toleransi antarumat beragama, serta persatuan nasional sebagai landasan menuju Indonesia yang maju dan sejahtera.

Lebih lanjut Wapres Gibran mengajak umat Buddha untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari serta berkontribusi aktif menjaga persatuan bangsa.

“Nilai-nilai luhur Buddha seperti cinta kasih atau metta, kasih sayang (karuna), dan kebijaksanaan (panna) sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks seperti saat ini,” tegas Wapres.

Gibran menilai kegiatan keagamaan Waisak di kawasan Candi Mendut dan Borobudur Kabupaten Magelang, tidak hanya menjadi sarana ibadah umat Buddha, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong terus dijaga, sehingga berbagai kegiatan keagamaan dan budaya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kita harus hidup damai, bergotong royong, dan bekerja sama untuk menuju ke arah yang lebih baik," katanya. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#perdamaian #candi borobudur #buddha #waisak #Wapres Gibran