RADARMAGELANG.ID, Mungkid-- Puluhan balon udara menghiasi langit Candi Ngawen, Kabupaten Magelang, Minggu (31/5/2026).
Balon udara yang didatangkan langsung dari Kabupaten Wonosobo ini menjadi tontonan menarik bagi ribuan pengunjung.
Salah satu pengunjung asal Kulonprogo, Jogjakarta Ina Khusnul Munaya, 17 mengaku, sangat terpukau dengan kemeriahan penerbangan balon udara di Candi Ngawen. “Seru, ini merupakan pengalaman baru bagi saya dan first time juga,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Ina menceritakan, dirinya berangkat dari Kulonprogo sekitar pukul 04.30, dan memang khusus untuk menonton balon udara bersama teman-temannya.
“Kesan pertama saya tadi seru, dan ada pengalaman baru bagi dirinya dan teman-temannya. Dan saya berharap kedepan terus ada lagi serta bisa dikembangkan lebih baik lagi,” ujarnya .
Munawir Ridho, perwakilan peserta balon udara asal Wonosobo mengatakan, dirinya mendapatkan undangan dari panitia melalui komunitas balon udara Wonosobo. Dan ini merupakan event kedua bagi tim Pandawa Gemawang di Kabupaten Magelang.
Untuk ukuran balon udara yang diterbangkan ini, kata Ridho, berukuran sekitar 18 meter.
Materi yang dibawakan itu dengan motif bangunan bersejarah di dunia.
“Balon diterbangkan di ketinggian sekitar 10 sampai 15 meter, namun tergantung kondisi anginnya. Bisa terbang sekitar 15 sampai 30 menit,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngawen Daru Hapsari Ratnawati mengatakan, festival balon udara ini merupakan rangkaian dari Bhumi Mandala Festival 2026.
Dan ini merupakan event keempat yang digelar di Candi Ngawen, Kabupaten Magelang.
Ia menjelaskan, jumlah balon udara tahun ini sebanyak 25 buah.
Semuanya dari Kabupaten Wonosobo.
“Untuk jumlah balon ada penambahan dibanding tahun lalu. Tahun lalu jumlahnya 14 dan yang empat dari Kabupaten Magelang,” ujarnya.
Daru menyampaikan, rencananya event ini akan dijadikan agenda tahunan, dengan tujuan untuk meningkatkan UMKM dan menambah destinasi wisata di Desa Ngawen. “Sehingga event ini akan menjadi event tahunan di Desa Ngawen, dan sudah kami diskusikan juga dengan Bupati Magelang,” ucapnya.
Ia mengaku senang dengan antusias masyarakat menyambut event ini.
Bahkan, sebulan lalu sudah pada tanya event balon udara ini.
Daru bercerita, dalam menemukan event tahunan ini cukup panjang.
Sebelumnya, dua tahun sebelumnya adalah event layang-layang.
Namun, karena terkendala cuaca dan harus dilaksanakan sore hari, sehingga tahun lalu, diubah menjadi festival balon udara.
“Tahun ini merupakan festival balon udara yang kali kedua di Bhumi Mandala Festival 2026,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto