Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

2.570 Lampion dan Ratusan Drone Akan Meriahkan Waisak Perayaan di Candi Borobudur Magelang, Catat Tanggalnya

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Minggu, 24 Mei 2026 | 22:36 WIB
Puncak perayaan Waisak menerbangkan ribuan lampion di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang tahun lalu.  (ROFIK SYARIF/ JAWAPOS RADAR MAGELANG)
Puncak perayaan Waisak menerbangkan ribuan lampion di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang tahun lalu.  (ROFIK SYARIF/ JAWAPOS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/ 2026 telah dimulai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada puncak perayaan Waisak pada Minggu (31/5/2026), ribuan lampion akan kembali menerangi langit di atas Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Kali ini, total ada sekitar 2.570 buah lampion yang akan diterbangkan di langit Candi Borobudur. Penerbangan akan dilakukan dalam dua sesi. Pada sesi pertama pukul 19.30 dan sesi kedua pukul 23.00.

Selain penerbangan ribuan lampion, pada perayaan waisak kali ini akan kembali menerbangkan 570 drone yang akan menceritakan keindahan tiga peristiwa penting atau Tri Suci Waisak.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi memastikan komitmen pemerintah dalam memastikan kenyamanan umat. Pemanfaatan Candi Borobudur sebagai pusat keagamaan kini dilakukan dengan pendekatan spiritualitas berkebudayaan.

"Waisak di Borobudur memiliki keunikan yang tidak ditemukan di belahan dunia lain, terutama pada momen detik-detik Waisak. Kami ingin, ruang ini memberikan manfaat bagi setiap orang, membangkitkan semangat toleransi dan kerukunan ke seluruh penjuru dunia," kata Supriyadi kepada awak media.

Salah satu sorotan utama tahun 2026 ini adalah kembalinya tradisi Thudong dalam tajuk "Indonesia Walk for Peace 2026". Sanjaya Kanginnadhi, Ketua Pusat Informasi program ini, mengisahkan perjalanan spiritual 50 biksu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia.

Mulai melangkah sejak 9 Mei dari Brahma Arama Vihara, Singaraja, Bali, para biksu ini menempuh jarak 666 kilometer melintasi empat provinsi. Para biksu dijadwalkan tiba di Borobudur Kamis (28/5/2026) untuk mengikuti puncak perayaan. "Ini adalah bukti nyata Unity in Diversity. Kita berbeda, tapi perbedaan itu menjadi kekuatan untuk hidup berdampingan secara damai," ungkap Sanjaya.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya menjelaskan, tema tahun ini, "Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan", mengajak setiap individu untuk mencari keheningan di tengah keramaian. Rangkaian acara akan dimulai dengan bakti sosial pengobatan gratis pada 23-24 Mei, disusul penjemputan Api Suci dari Mrapen, 29 Mei, dan Air Suci dari Umbul Jumprit, 30 Mei.

"Detik-detik Waisak tahun ini jatuh pada 31 Mei pukul 15.44.44. Karena waktunya lebih awal, prosesi dari Candi Mendut menuju Borobudur juga akan dimulai lebih pagi, yakni jam 10," jelasnya.

Momen yang paling dinantikan, pelepasan lampion, tahun ini hadir dengan makna yang lebih dalam. Fatmawati, ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, menyebutkan akan ada 2.570 lentera yang diterbangkan.

"Sebelum lampion naik, setiap orang akan diajak bermeditasi. Kami menyalakan pelita di dalam batin masing-masing terlebih dahulu sebelum menyebarkan cahaya kedamaian ke dunia," tutur Fatmawati.

Tak hanya itu, inovasi teknologi turut mewarnai langit malam dengan pertunjukan drone sebanyak 570 unit yang akan menceritakan tiga peristiwa penting dalam hidup Sang Buddha pada pukul 22.30 WIB.

Dari sisi kesiapan lokasi, Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Richard Panutur memastikan dampak positif Waisak merambah hingga ke 20 Balkondes di sekitar Borobudur. Pihaknya telah menambah 80 titik lampu penerangan dan menyiagakan armada kendaraan listrik/Electric Vehicle (EV) untuk mobilitas pengunjung.

"Kami juga meluncurkan aplikasi MyCandi Guide agar pengunjung tidak bingung mengenai alur masuk dan keluar. Fasilitas parkir pun diperluas hingga kapasitas 850 mobil bekerja sama dengan masyarakat desa setempat," tambah Gistang. (rfk/ida)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Tri Suci Waisak #Kabupaten Magelang As’ari #candi borobudur #hari waisak #Lampion