RADARMAGELANG.ID, MUNGKID – SMP Kanisius Muntilan, Magelang menggelar Karya Contextual Project Based Learning (CPBL).
Kegiatan ini bentuk perayaan proses belajar siswa yang kontekstual, reflektif, dan berdampak bagi masyarakat. Menjadi puncak pembelajaran selama satu tahun pelajaran, sekaligus ruang kolaborasi antara sekolah, masyarakat, akademisi, dan orang tua.
Dalam kegiatan ini, para siswa menampilkan berbagai hasil karya dan proyek pembelajaran yang lahir dari proses observasi, penelitian sederhana hingga aksi nyata di lingkungan sekitar.
Berbagai karya dipamerkan dalam bentuk produk kreatif, dokumentasi penelitian, media edukasi, karya seni, hingga presentasi ilmiah sederhana.
Salah satu rangkaian utama acara adalah pemutaran film pendek karya tim sinematografi dan teater SMP Kanisius Muntilan yang berjudul Penganugerahan La Mart Award.
Sebuah film reflektif yang menggambarkan perjalanan pembelajaran CPBL siswa selama satu tahun secara singkat di dalam Komunitas Apel Bludru—penamaan salah satu pohon ikonik di SMP Kanisius Muntilan.
Kepala SMP Kanisius Muntilan Yoseph Bambang Sulistyanto Triyono menyampaikan, CPBL merrupakan pembelajaran yang berangkat dari kehidupan nyata dan konteks lingkungan sekitar siswa.
“Melalui pembelajaran ini, anak-anak diajak tidak hanya untuk pintar secara akademik, tetapi juga mampu melihat realitas, berefleksi, bekerja sama, peduli terhadap masyarakat, dan menghadirkan solusi sederhana bagi lingkungan di sekitarnya,” ujarnya, kemarin (21/5/2026).
Pembelajaran CPBL di SMP Kanisius Muntilan sendiri dikembangkan dengan semangat pendidikan yang menekankan keseimbangan antara standar akademik, artistik, ekonomik, dan sosial.
Proses pembelajaran juga diarahkan untuk membentuk karakter URIP, yaitu Unggul, Mandiri, dan Peduli.
Kegiataann inti acaraa ini adalah seminar Specanist Journal of Contextual Learning, yaitu forum ilmiah siswa yang menghadirkan presentasi hasil penelitian sederhana di hadapan para akademisi, pemerintah, orang tua, dan masyarakat.
Penelitian yang dilakukan oleh para siswa yang terbagi dalam 8 kelompok lintas kelas ini adalah penelitian kontekstual terkait Muntilan. (put/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo