Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Hari Peradaban Desa, Komunitas Lima Gunung Pentaskan Seni Tradisional

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:30 WIB
Pentas kesenian di momen Hari Peradaban Desa 2026 di Dusun Susukan, Sukorejo, Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang, Kamis (21/5/2026). (Rofik Syarif GP/Jawa Pos Radar Magelang).
Pentas kesenian di momen Hari Peradaban Desa 2026 di Dusun Susukan, Sukorejo, Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang, Kamis (21/5/2026). (Rofik Syarif GP/Jawa Pos Radar Magelang).

 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Untuk mengenalkan nilai-nilai kebudayaan kepada generasi muda, Komunitas Lima Gunung menggelar pentas kesenian di momen Hari Peradaban Desa 2026.

Kegiatan berlangsung di Dusun Susukan, Desa Sukorejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (21/5/2026). Ada

tari Warok, tari Topeng Ireng, tari Buto Grasak, tarian Soreng, musik Trontong Dhom Shuntil, puisi Jawa, karawitan. Selain itu, tampil Sutanto Mendut, dan tokoh adat desa setempat. 

Ketua panitia, Handoko mengungkap kegiatan ini mengusung tema "Makin Goblok Bareng". Bertujuan untuk lebih mengenalkan budaya kepada masyarakat setempat khususnya generasi muda. Agar mereka lebih mencintai budaya lokal.

Ini merupakan tradisi peringatan yang dirintis Komunitas Lima Gunung sejak beberapa tahun terakhir, setiap 21 Mei.

Di menyebut, ada sekitar 250 seniman yang tampil dalam acara ini. "Ada sekitar 250 penari dan tokoh-tokoh Lima Gunung," ujarnya.

Peradaban desa adalah konsep yang merujuk pada desa sebagai pusat kebudayaan, nilai-nilai luhur, dan kearifan lokal. 

Menurut Handoko, ini sangat penting sebab melihat zaman sekarang ini, nilai-nilai luhur mulai memudar.

"Contohnya sekarang ini banyak anak muda yang sopan santunnya berkurang kepada yang lebih tua," ucap Handoko.

Selain pentas kesenian, juga ada pidato budaya dan doa bersama. "Doa bersama untuk mendoakan bangsa kita ini. Serta semoga generasi penerus bisa lebih memahami tentang peradaban desa," ujarnya. (rfk/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#hari peradaban desa #pentas kesenian tradisional #komunitas lima gunung