RADARMAGELANG.ID, Mungkid —Presiden Prabowo Subianto kembali membeli seekor sapi jumbo dari peternak asal Kabupaten Magelang untuk hewan kurban Idul Adha 2026.
Sapi jenis Simetal seberat 1,53 ton tersebut dibeli dari Sapari, 41, warga Dusun Plutungan, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Sapi ini akan disembelih di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Magelang.
Sapari mengaku membeli sapi Simental tersebut di Pasar Jelok Boyolali saat masih berusia sekitar dua tahun. “Sapi saya rawat sekitar 17 bulan sampai sekarang. Alhamdulillah beratnya sampai 1,53 ton,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Untuk perawatannya, Sapari mengaku melakukannya secara standar. Ia lebih menjaga pola makan saja. Ia biasa memberi makan cambor dua kali sehari. Selain cambor, juga diselingi makan rumput dan singkong. “Kalau untuk campuran cambornya, biasanya saya kasih ampas tahu sama konsentrat dan bekatul sedikit,” jelasnya.
Selain itu, Sapari selalu mengajak sapi keluar kandang, terutama siang hari saat matahari bersinar terang. Apalagi Sawangan adalah kawasan pegunungan berhawa dingin. “Saat cuaca bagus, pasti saya mandikan juga. Jika cuaca kurang bagus, saya mandikan dua hari sekali,” ujarnya.
Untuk sore sekitar pukul 16.00, sapi jumbo ini dikasih cambor. Setelah itu diberikan makan rumput. “Jadi, makan cambor itu rutin dua kali sehari,” jelasnya.
Sapi Simental berbulu merah kuning yang diberi nama Batu Aji ini terpilih menjadi sapi kurban atas nama Presiden Prabowo. Sapi tersebut dibeli presiden senilai Rp 126 juta. “Alhamdulillah saya sekeluarga sangat senang dan bersyukur banget. Nggak menyangka sapi kami dibeli Pak Presiden Prabowo,” ujarnya sambil menambahkan selama menunggu waktu penyembelihan, sapi masih dirawat di tempatnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dispeterikan Kabupaten Magelang Joni Indarto mengaku sudah melakukan pengecekan dan pemeriksaan kesehatan sapi milik Sapari tersebut. Hasilnya, sapi sehat dan layak dijadikan hewan kurban presiden. "Sapi sehat dan sudah deal. Pemiliknya sudah diundang oleh pihak provinsi untuk penyelesaian administrasi pada Rabu (13/5) lalu," kata Joni. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto