Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

155 UMKM Dilibatkan dalam Program Blonjo Warung Tonggo Bagi ASN Pemkab Magelang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 7 Mei 2026 | 22:54 WIB
Pemkab Magelang melakukan soft launching dan sosialisasi Program Blonjo Warung Tonggo sebelum diluncurkan 20 Mei mendatang. (AI)
Pemkab Magelang melakukan soft launching dan sosialisasi Program Blonjo Warung Tonggo sebelum diluncurkan 20 Mei mendatang. (AI)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Pemkab Magelang melakukan soft launching dan sosialisasi Program Blonjo Warung Tonggo. Melalui program ini, aparatur sipil negara (ASN) diharapkan dapat berperan aktif menjaga dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menjelaskan, tahap awal Program Blonjo Warung Tonggo difokuskan pada wilayah percontohan di Kelurahan Sawitan, serta Desa Mendut dan Deyangan. “Intinya adalah bagaimana kita semua, khususnya ASN bisa ikut berpartisipasi dalam mengamankan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata bupati.

Pada tahap awal ini, lanjut dia, pemerintah akan melakukan evaluasi dan intervensi, pengumpulan data, serta penyempurnaan sistem sebelum diterapkan secara lebih luas. "Kita mulai dari tiga lokasi dulu. Dari sini kita kumpulkan data dan masukan untuk perbaikan sistem ke depan," ujarnya.

Bupati menekankan, Program Blonjo Warung Tonggo bukan sekadar program jangka pendek atau tren sesaat yang cepat hilang tanpa dampak nyata. Sebaliknya, program ini diharapkan menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan.

Jika ASN mampu memberikan teladan dengan berbelanja di warung tetangga, langkah tersebut akan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat mulai pemerintah desa, kecamatan, tenaga pendidik, hingga kelompok masyarakat lainnya. "Kalau ASN bisa meneladani, saya yakin yang lain akan ikut. Ini harus jadi gerakan bersama," ajaknya.

Melalui program ini, Pemkab Magelang ingin menjaga keberlangsungan usaha kecil seperti warung kelontong dan usaha mikro lainnya yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Meski tidak menolak perkembangan ritel modern, pemerintah ingin memastikan pelaku usaha lokal tetap mampu bertahan dan berkembang.

Ke depan, sistem transaksi dalam program ini akan terus disempurnakan, termasuk penerapan transaksi digital berbasis QRIS agar lebih mudah, transparan, dan akuntabel. Dalam masa uji coba selama sekitar dua hingga tiga pekan, pemerintah membuka ruang masukan dan kritik dari berbagai pihak. "Kami mohon masukan untuk penyempurnaan sistem. Setelah itu akan kita evaluasi," kata Grengseng.

Peluncuran resmi program Blonjo Warung Tonggo direncanakan pada 20 Mei 2026 bertepatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. "Saat itu kita harapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi berbasis masyarakat," harapnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang Edi Wasono menjelaskan, sebagai tahap awal, 155 pelaku UMKM dari Desa Mendut, Deyangan, dan Kelurahan Sawitan lolos dalam tahap uji coba. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari total 266 usulan yang masuk."Yang terlibat ini adalah pelaku UMKM yang sudah siap, termasuk untuk transaksi non-tunai," kata Edi Wasono.

Dalam skema program, ASN didorong untuk mengalihkan sebagian pengeluaran ke dompet digital. Kemudian digunakan untuk bertransaksi langsung dengan pelaku UMKM di lingkungan sekitar. "ASN nantinya belanja di warung terdekat dengan tempat tinggalnya. Ini untuk menggerakkan ekonomi lokal," ungkapnya. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#warung #asn #belanja #Bupati Magelang Grengseng Pamuji