RADARMAGELANG.ID, Mungkid – SMAIT Ihsanul Fikri Pabelan menorehkan prestasi membanggakan.
Tim risetnya berhasil mendapatkan Surat Pencatatan Ciptaan (Hak Cipta) 2 karya siswanya dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual yang bertanggung jawab atas pengelolaan, perlindungan, dan pendaftaran hak kekayaan intelektual di Indonesia.
Karya siswa yang pertama adalah karya ilmiah berjudul "S-GOSEN (Es Krim Godhong Kersen): Pemanfaatan Daun Kersen (Muntingia calabura L.) sebagai Es Krim Antioksidan" karya Zahra Addiana dan Naura Khansa Prakasita.
Kemudian karya tulis kedua berjudul "Potret Bapak Rumah Tangga di Dusun Tlondan, Desa Bulan, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung: Kajian Gender terhadap Peralihan Peran dan Keharmonisan Keluarga Tenaga Kerja Wanita" karya kolaborasi antara Aisyha Hurin Syaira Ayu dan Daariin Haaniya dengan Bu Surati.
Baca Juga: Digelar 10 Hari, Festivalif Swavarna SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid Magelang Berlangsung Meriah
Selain dua karya tersebut, masih ada tiga karya lain yang sedang diproses untuk mendapatkan hal yang sama.
Ini merupakan langkah lanjutan akan keseriusan SMAIT Ihsanul Fikri dalam menjalankan program riset sebagai program unggulan.
Sebelumnya berhasil meluncurkan Jurnal Ilmu dan Pendidikan On Line bernama El Fikri yang terindeks Google Scholar dan Open Access.
Penanggung jawab Riset SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid, Surati bersyukur atas prestasi siswanya tersebut.
Menurutnya, selama ini sekolah sering mengikutkan siswanya maju di ajang lomba dan sering meraih juara.
"Kini adanya jurnal ilmiah, pameran riset, dan Haki karya-karya kita, merupakan keseriusan kami dalam program unggulan riset. Terima kasih pada tim riset yang luar biasa, dukungan sekolah, serta doa dan dukungan semua pihak termasuk para wali murid," ungkap Surati.
Kegembiraan ini dibarengi dengan lolosnya 15 proposal penelitian siswa SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid ke ajang bergengsi Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tahun 2026.
Kompetisi ini digelar oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Kepala SMAIT Ihsanul Fikri Dra Nur Cahyo Hidayati mengapresiasi atas prestasi siswanya.
Capaian tersebut membuktikan bahwa SMAIT Ihsanul Fikri tak hanya mengedepankan pendidikan karakter dan Quran. Namun juga berusaha membentuk siswa berdaya saing tinggi dalam kompetisi global.
"Harapannya siswa kami berkarakter islami, qurani, dan berdaya saing tinggi dalam kontribusi kepada sekitarnya melalui karya ilmiah dan penelitian,"harapnya. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo