Taufik menjelaskan, calon jemaah haji yang berangkat tahun ini terdiri atas 561 jemaah laki-laki dan 772 jemaah perempuan. “Mereka dibagi dalam lima kloter, yakni 16, 17, 18, 80, dan 81,” katanya.
Dijelaskan, untuk kloter 16, 17, dan 18, direncanakan berangkat dari embarkasi Yogyakarta dan terbang melalui bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Sedangkan kloter 80 dan 81 akan berangkat melalui embarkasi Solo.
“Untuk jadwal keberangkatan kloter 16 direncanakan pada 11 Mei, kemudian kloter 17 pada 12 Mei, dan kloter 18 pada 13 Mei. Sedangkan untuk kloter 80 dan 81 akan berangkat pada jadwal keberangkatan terakhir.“Karena masuk kloter sapu jagat, sehingga akan berangkat terakhir bersama dengan gabungan seluruh Jawa Tengah,” ungkapnya.
Ia mengatakan, jemaah calon haji asal Kabupaten Magelang yang tertua atas nama Suyono, berusia 92 tahun, dan yang termuda Kyra Talita Sakhi yang lahir pada November 2012. “Warga Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang ini akan menunaikan ibadah haji saat usianya masih 13 tahun 7 bulan,” jelasnya.
Taufik mengatakan, Kyra Talita berangkat menggantikan sang ayah. “Atau pelimpahan kursi ke ahli waris keluarganya,” tambahnya.
Ia menghimbau, kepada seluruh jemaah untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Ia juga meminta agar para calon jemaah haji menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
"Dengan tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan, mari kita luruskan niat agar ibadah menjadi lebih tenang, aman, nyaman, nikmat, dan mabrur. Jaga kesehatan, jaga hati dan pikiran, fokus ibadah lillahi ta'ala," ungkapnya.
Taufik juga mengungkapkan, informasi hingga saat ini Timur Tengah dalam kondisi aman. Ia meminta para jemaah tidak khawatir karena Pemerintah Arab Saudi menjamin keamanan wilayah tersebut. “Pemerintah juga telah menyiapkan langkah mitigasi semisal ada perubahan situasi di Timur Tengah,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto