RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi sudah berjalannya program pompanisasi di wilayah Kabupaten Magelang.
“Di sini sangat kreatif, pompanisasi sudah berjalan. Yang dulu setahun panen sekali, bisa menjadi tiga kali usai adanya pemasangan pompa,” jelas Andi saat meninjau langsung pompanisasi lahan pertanian Desa Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo, Kamis (16/4/2026) siang.
Andi Amran berharap, hal serupa dilakukan untuk lahan kering lainnya di Indonesia.“Kami sudah menganggarkan sekitar Rp4 triliun sampai Rp5 triliun untuk program pompanisasi. Jika kita bisa memasang pompa yang menjangkau satu juta hektare, berarti produksi enam ton saja berarti kenaikan enam juta ton gabah. Sambil kita mencetak sawah juga optimalisasi lahan,” ucapnya.
Menurut Andi, ini merupakan langkah yang diambil untuk meningkatkan produksi pertanian bisa naik tajam, yaitu 13 persen atau empat juta ton. “Ini namanya luas Luas Tambah Tanam (LTT) untuk meningkatkan produksi padi nasional,” katanya.
“Jadi, jumlah lahan tetap, tapi luas tanamnya yang bertambah, bisa potensi tiga kali satu hektare. Kalau dua juta hektare, dan ada satu kali tambahan maka bisa berlipat hasilnya. Sehingga jika hasilnya enam ton bisa menghasilkan 12 juta ton tambahan gabah,” jelasnya lebih lanjut.
Ia meminta kepada Bupati Magelang Grengseng Pamuji untuk melakukan pengecekan di daerah mana saja di Kabupaten Magelang yang memerlukan pompa. Sehingga pada Senin (20/4/2026) depan, pihaknya akan mengundang langsung ke Jakarta dan segera putuskan. “Anggaran sudah kita siapkan, itu perintah dari Bapak Presiden,” ujarnya.Sementara itu,
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menyambut baik kehadiran Menteri Pertanian. Program pompanisasi ini merupakan inovasi penanganan lahan. “Kita yang biasanya dalam satu tahun hanya satu kali musim tanam, dengan adanya pompa ini bisa tiga kali musim tanam,” katanya.
“Rencananya, Senin depan saya disuruh menghadap ke Kementerian Pertanian untuk memetakan di Kabupaten Magelang,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sidodadi Banyuurip Sarju mengatakan, adanya pompa ini memang benar-benar membantu. Biasanya petani mengandalkan irigasi dari sungai yang tidak mencukupi. “Namun, dengan adanya pompa ini kebutuhan air benar-benar tercukupi,” ucapnya.
Dikatakan, pompa bisa mengairi 18 sampai 20 hektare lahan petani. Hadirnya pompa ini pada Juni 2025, kata Sarju, yang biasanya satu tahun panen sekali, tahun kemarin sudah panen dua kali. “Untuk satu hektare bisa menghasilkan enam ton gabah. Jika panen dua kali, harapan kita bisa menghasilkan 12 ton gabah,” jelasnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto