Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Warga Tegalrejo Magelang Diduga Loncat dari Lantai 4 Swalayan, Mayatnya Ditemukan Setelah Empat Hari

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Jumat, 13 Maret 2026 | 21:09 WIB

Lokasi ditemukan mayat korban SP, 41, dalam kondisi membusuk di semak-semak dekat swalayan di Tegalrejo, Kabupaten Magelang.
Lokasi ditemukan mayat korban SP, 41, dalam kondisi membusuk di semak-semak dekat swalayan di Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid Warga Tegalrejo, Kabupaten Magelang digegerkan oleh penemuan mayat perempuan berkerudung di semak-semak di samping sebuah swalayan, Kamis (12/3/2026) petang.

Mayat tanpa identitas itu ditemukan warga sekitar pukul 17.15. Lokasinya di Dusun Krajan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo.

Saat ditemukan, mayat sudah membusuk. Setelah dilakukan olah TKP oleh tim Inafis Polresta Magelang, jenazah korban dibawa ke RSUD Muntilan. 

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Magelang menyebutkan, penemuan mayat tersebut bermula saat salah seorang warga berinisial W, 44, sedang membetulkan kandang ayam sekitar 20 meter dari TKP. Saat itu, saksi W  mencium bau menyengat.

Ia lalu mengajak JK, 42, mencari asal bau menyengat tersebut hingga menemukan mayat perempuan di kebun dekat swalayan. Penemuan jenazah tersebut dilaporkan ke Polsek Tegalrejo.

Kapolsek Tegalrejo AKP Zubaidah menjelaskan, pihaknya menerima laporan penemuan mayat itu lewat telepon dari warga sekitar pukul 17.15.

Begitu menerima laporan, anggotanya langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Benar saja, sampai di TKP, polisi menemukan mayat perempuan berkerudung tergeletak di semak-semak kebun di samping sebuah toko.

Adapun ciri-ciri korban memakai kerudung, celana tiga perempat warna hitam, kaos oranye, dan mengenakan jaket warna biru dongker.

“Kondisi mayat sudah bau menyengat. Diperkirakan sudah meninggal antara dua sampai tiga hari lalu,” jelasnya.

Zubaidah menambahkan, pihaknya tidak menemukan kartu identitas korban.

Namun diperkirakan korban berusia 45 tahun.

Belakangan diketahui, korban berinisial SP, 41, warga Kebonagung, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

Menurut Wakasat Reskrim Polresta Magelang AKP Toyib Riyanto, korban adalah pengunjung swalayan di dekat TKP.

SP diduga loncat dari lantai 4 swalayan tersebut pada Minggu (8/3/2026) lalu atau sudah empat hari sebelum mayatnya ditemukan.

Belanja Tidak Mau Membayar

Kenapa korban SP, 41, nekat loncat dari lantai 4 swalayan?

Ada dugaan lantaran korban panik setelah ketahuan belanja, tapi tidak membayar di kasir.

Awalnya, pada Minggu (8/3/2026) lalu, korban belanja di swalayan di dekat TKP tersebut.

Namun setelah mengambil sejumlah barang, korban tidak melakukan pembayaran di kasir.

Ia malah membawa barang belanjaan dalam keranjang ke kamar mandi di basement.

Melihat itu, karyawan swalayan mencoba mengikuti korban.

Saat itu, SP keluar dari kamar mandi membawa plastik kresek penuh barang belanjaan. Sedangkan keranjang yang dibawa sudah kosong.  

“Saat ditanya karyawan swalayan sudah membayar atau belum? Jawab korban, sudah. Kemudian karyawan itu minta korban klarifikasi dulu ke kasir,” jelas Wakasat Reskrim Polresta Magelang AKP Toyib Riyanto.

Saat di kasir, korban sempat memberontak hingga menendang pintu kaca swalayan.

Untuk mencegahnya, tangan kanan korban diborgol dan dikaitkan meja.

Semula korban ditempatkan di basement.

Namun korban masih terus memberontak.

Akhirnya dipindah ke ruangan di lantai 4. Di sini karyawan menemukan HP korban hingga berhasil didapatkan identitasnya dari foto KTP di HP.

Pihak swalayan kemudian berkomunikasi dengan pihak kepala dusun tempat tinggal korban.

Toyib mengatakan, saat kejadian itu, korban sempat ditinggal sendiri di lantai 4.

Sebab, para karyawan tengah berbuka puasa.

Nah, usai berbuka puasa, ternyata korban sudah tidak ada.

Di ruangan hanya ditemukan borgol yang masih terkait dengan meja.

Pihak swalayan menduga korban berhasil kabur.

Wakasat Reskrim menambahkan, setelah korban tak ditemukan di ruangan lantai 4, pihak swalayan tak melaporkan ke polisi.

Sebab, tak ada kerugian yang diderita.

Pihak swalayan juga mempersilakan suami korban mengambil motor istrinya di basement.

Pihak keluarga sendiri juga tidak melapor meski korban diketahui menghilang.

Hingga korban ditemukan sudah tidak bernyawa di semak-semak samping swalayan.

Hasil pemeriksaan korban, tidak ditemukan adanya luka-luka akibat kekerasan.

Luka cedera bagian kepala serta bagian leher dan hidung diduga akibat benturan saat jatuh dari lantai 4 setinggi 13,9 meter.

“Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan proses otopsi, sehingga kami hanya melakukan pemeriksaan bagian luar saja,” ujarnya.

Hingga kemarin, Toyib mengaku masih melakukan penyidikan dari rekaman CCTV serta keterangan para saksi.

“Kami berupaya untuk mencari bukti CCTV di lingkungan di mana ditemukan mayat tersebut dan di lantai 4 swalayan,” katanya. (rfk/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#loncat #swalayan #penemuan mayat #Polresta Magelang #Tegalrejo Magelang