RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Diterjang hujan lebat pada Selasa (3/3/2026) sore, jalan penghubung antara Desa Sewukan dan Desa Paten, Kecamatan Dukun mengalami longsor.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang pada Rabu (4/3/2026), jalan yang juga jalur evakuasi Gunung Merapi tersebut, tidak bisa dilalui.
Informasi yang diterima, tingginya curah hujan pada Selasa kemarin menyebabkan peningkatan debit air Sungai Kepil yang berada di Dusun Bandung, Desa Paten, Kecamatan Dukun.
Peningkatan debit air Sungai Kepil menyebabkan dinding tebing Sungai Kepil dengan dimensi tinggi 12 m dan panjang 45 m longsor, sehingga badan jalan diatas tebing ikut longsor tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan roda dua.
Nur Suesli, 56, warga Dusun Bandung, Desa Paten mengatakan, longsor terjadi pukul 17.00. “Kondisinya hujan cukup deras, dan sempat ada banjir dari atas sehingga menerjang sayap jembatan. Akhirnya, ambrol,” ujarnya.
Ia menyampaikan, jalur ini menghubungkan Desa Paten dan Desa Sewukan. Karena terputus, warga Desa Paten yang hendak ke Desa Sewukan atau sebaliknya harus memutar cukup jauh. “Apalagi saat mengantar anak sekolah, ketika hendak ke Desa Sewukan itu harus muter sekitar 4-5 kilometer. Apalagi, banyak anak-anak di Desa Paten yang sekolahnya di Desa Sewukan juga,” jelasnya.
“Warga berharap jalur ini bisa segera diperbaiki, karena ini satu-satunya jalur evakuasi Desa Paten menuju ke tempat aman,” imbuhnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh warga lainnya, Dul Yoto. Dirinya harus memutar ketika hendak pulang ke Desa Paten. “Sebenarnya sudah tahu dari informasi sekilas saja. Tapi pas sampai di lokasi, ternyata terpaksa harus muter karena jalannya benar-benar putus gak bisa lewat,” ujarnya. (rfk/lis)
Editor : H. Arif Riyanto