RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Jalang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, hiolo atau tempat menancapkan hio (dupa) terbesar se-Asia Tenggara di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok An Kiong Muntilan, Kabupaten Magelang dibersihkan, Jumat (13/2/2026).
Tempat abu dupa itu berbahan perunggu berlapis kuningan.
Setiap tahunnya, hiolo rutin dibersihkan, terutama menjelang tahun baru Imlek.
Seksi Ritual Kelenteng Hok An Kiong Budiono Raharjo mengatakan, hiolo ini memiliki ukuran diameter sekitar 178 sentimeter dengan tinggi dari bawah sampai patung naga sekitar 178 sentimeter.
“Untuk beratnya dalam keadaan kosong sekitar 3,5 ton. Kalau berisi abu dupa bisa sampai sekitar 6 ton,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Jumat (13/2/2026).
Budi menjelaskan, hiolo ini dibuat pada 2002 dan langsung dikerjakan di Tiongkok.
“Yang jelas, di Indonesia ini terbesar,” klaimnya.
Untuk proses pembersihan abu dupa ini, lanjut Budiono, dilakukan dengan cara menyaring sisa dupa di bagian atas.
Mengingat hampir setahun penuh hiolo ini digunakan untuk ibadah dan pastinya akan meninggalkan sisa-sisa bambu dupa.
“Jika sisa-sisa dupa terus menumpuk dan tidak dibersihkan, bisa membuat dupa yang baru tidak terpasang secara baik,” katanya.
Setiap setahun sekali pasti dibersihkan. Waktunya sebelum perayaan Tahun Baru Imlek.
“Khususnya, selama toa pekong atau dewa-dewi sudah naik ke langit, ini kita bersihkan semua. Pembersihan paling butuh waktu satu atau dua hari cukup, dilakukan banyak orang,” ujarnya.
Ditambahkan, hiolo ini berfungsi sebagai media komunikasi dengan Maha Pencipta.
Hingga kini, tempat abu dupa tersebut masih kokoh dan digunakan oleh masyarakat etnis Tionghoa untuk memanjatkan doa.
Budi menuturkan, Kelenteng Hok An Kiong dibangun pada 1871 atau sudah berusia 155 tahun.
Kelenteng pernah direnovasi pada 1906 dan pada 2015 mulai dibangun gapura besar setinggi lebih dari 30 meter.
Di dalam kelenteng, terdapat altar utama tempat patung Dewa Bumi Khongco Hok Tik Kimcing. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto