RADARMAGELANG.ID, Mungkid--KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf mengakhiri jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah tahun ini.
Dia mundur di kepengurusan periode 2026-2031. Gus Yusuf juga akan off dari PKB.
“Saya tahun-tahun ini diminta untuk konsentrasi ke pesantren. Saat ini sedang banyak program di pesantren. Maka saya off dari PKB,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang di kediamannya, Senin (9/2/2026).
“Hasil keputusan ini juga sudah saya koordinasikan secara matang dengan ketua umum, maupun pengurus DPP PKB lainnya,” tambahnya.
Ia mengakui, Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sempat memintanya tetap bertahan.
“Terus terang Cak Imin sempat nggondeli. Saya berterima kasih atas amanahnya. Tapi, roda organisasi harus tetap berjalan,” katanya.
Sebagai penggantinya, pengurus baru DPW PKB Jawa Tengah sudah dilantik.
Ketua Dewan Syuro dijabat KH Munif Zuhri, Sekretaris Dewan Syura Mahsun, Ketua Dewan Tahfidz Syarif Abdilah, Sekretaris Sukirman, dan Bendahara Deni Septian.
Pengumuman resminya dari DPP itu Kamis (29/1/2026) lalu. Tapi kemarin memang masih silent (rahasia),” ujarnya.
Meski tidak menjabat struktural PKB, Gus Yusuf mengaku dirinya sebagai warga NU akan tetap mengawal perkembangan PKB dari luar kepengurusan.
Diakui, keputusan ini diambil didasarkan pada pertimbangan matang, apalagi dirinya juga sudah diskusi panjang dengan ketua umum maupun dengan pengurus DPP dan DPW untuk menyiapkan regenerasi.
“Saya menyatakan off, saya serahkan kepengurusan yang baru ini ke generasi yang baru,” ungkapnya.
Gus Yusuf mengatakan, banyak program di pesantren yang perlu pendampingan langsung dirinya.
Seperti Ponpes API Tegalrejo berencana ma'had Aly, serta pengembangan ponpes di IKN (Ibu Kota Nusantara).
Langkah ini diambil juga sebagai bentuk kaderisasi, mengingat Jateng memiliki potensi SDM PKB yang banyak. “Tinggal kita munculkan saja,” katanya.
Gus Yusuf sendiri menjadi Ketua DPW PKB Jateng sejak 2012.
Masa kepengurusannya berakhir pada 29 Januari 2026 lalu atau kurang lebih 2,5 periode kepengurusan.
Ia berpesan kepada pengurus PKB yang baru untuk selalu menjaga soliditas dan menjaga basis kontituennya (akar rumput), yakni pesantren dan warga NU harus tetap disolidkan. Selain itu juga harus mengambil ceruk baru, khususnya para pemilih pemula.
“Seperti Gen Z, milenial, ini yang akan menjadi pertarungan partai-partai. Karena besok 60 persen pemilih itu Gen Z,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto