RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Angka kemiskinan dan indeks tingkat pengangguran di Kabupaten Magelang menunjukkan tren penurunan.
Angka kemiskinan yang semula sebesar 10,83 persen pada 2024 turun menjadi 9,90 persen pada 2025.
Sedangkan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,52 persen dari sebelumnya 3,55 persen.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, 2025 lalu menjadi awal implementasi visi misi dan Sapta Cipta Bupati dan Wakil Bupati Magelang periode 2025-2029.
Melihat tren tersebut, pihaknya mengapresiasi kinerja seluruh stakeholder dan elemen masyarakat yang turut membantu menyukseskan sejumlah program yang sudah dijalankan di 2025 lalu.
“Sehingga hal ini perlu untuk ditingkatkan,” kata Grengseng saat Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Selasa (27/1/2026).
Oleh sebab itu, lanjut Grengseng, di 2027 mendatang diperlukan tahapan pembangunan yang sistematis dan berkelanjutan.
Ada sejumlah hal yang perlu menjadi fokus dan perhatian bersama.
Di antaranya, peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas, mengoptimalkan pemanfaatan potensi unggulan daerah, pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang bersih melalui penguatan keterampilan, inovasi, dan digitalisasi layanan.
Ia mengaku, untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan sistematis ini, pastinya akan ada rintangan.
Seperti kemandirian fiskal daerah yang saat ini masih menjadi isu yang mengemuka akhir-akhir ini.
“Menurunnya alokasi anggaran transfer dari pemerintah pusat, menuntut kita untuk lebih cermat dalam memilih prioritas pembangunan dan melakukan berbagai inovasi untuk bisa mewujudkan visi misi tersebut,” ungkapnya.
Sehingga untuk rencana pembangunan Kabupaten Magelang di 2027, menurut Grengseng, disusun dengan mengutamakan prinsip money follow program yang sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Rencana pembangunan yang inovatif, kolaboratif dengan menggali berbagai potensi sumber dana alternatif menjadi concern Pemkab Magelang.
Grengseng mengaku, mengembangkan pembangunan di Kabupaten Magelang ini merupakan pekerjaan besar, yang tidak bisa hanya dirinya dan wakil bupati yang bekerja.
Tapi memerlukan dukungan semua pihak.
Sehingga hadirnya forum konsultasi publik ini bertujuan untuk mendapatkan saran dan masukan serta menampung harapan dari seluruh pemangku kepentingan dalam rangka penyempurnaan rancangan awal RKPD yang akan menjadi landasan pembangunan Kabupaten Magelang pada 2027 mendatang.
Kolaborasi, sinergi, dan sinkronisasi menjadi faktor penting untuk keberhasilan perencanaan pembangunan.
Tidak hanya antara rencana yang disusun oleh Pemkab Magelang dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Namun juga kolaborasi, sinergi, dan sinkronisasi dengan rencana pembangunan sektoral maupun rencana pembangunan di tingkat desa.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sakir menambahkan, hadirnya forum ini diharapkan mampu untuk menyerap dan mengakomodasi aspirasi masyarakat secara proporsional dalam rencana pembangunan daerah.
“Sehingga arah pembangunan ini bisa selaras dengan kebutuhan riil masyarakat, prioritas pembangunan daerah, serta tetap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto