Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Seminggu Terjadi 29 Tanah Longsor, Delapan Kecamatan di Kabupaten Magelang Rawan Longsor

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Minggu, 18 Januari 2026 | 20:55 WIB

 

Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, beberapa minggu lalu.
Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, beberapa minggu lalu.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman di awal tahun ini. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncaknya di Januari dan Februari.

 “Ancaman bencana hidrometeorologi ini  informasinya masih akan terjadi hingga akhir Januari puncaknya, bahkan sampai Februari,” jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Saat ini, pihaknya belum mengeluarkan surat keputusan Bupati Magelang soal tanggap darurat. Karena semuanya masih terkendali. “Meskipun masih ada sejumlah ancaman, seperti tanah longsor, pohon tumbang, serta banjir di sejumlah titik. Ancaman itu belum sampai mengancam perekonomian daerah maupun fasilitas umum,” ucapnya.

Ia mengaku, saat ini juga terus memonitor perkembangan Gunung Merapi yang berstatus level siaga. “Untuk ancaman Gunung Merapi saat ini adalah awan panas guguran (APG) yang menimbulkan abu vulkanik,” jelasnya.

Menurutnya, ancaman bencana hidrometeorologi di Kabupaten Magelang pada Januari ini berpotensi lebih tinggi dibandingkan akhir tahun lalu seiring dengan meningkatnya intensitas hujan. Selain kewaspadaan, upaya mitigasi diperkuat guna mencegah jatuhnya korban jiwa.

Edi menjelaskan, dari hasil pemetaan yang sudah dilakukan, sejumlah titik rawan longsor ada di delapan wilayah kecamatan. Yakni, Borobudur, Salaman, Kajoran, Windusari, Kaliangkrik, Tegalrejo, Pakis, dan Ngablak. 

“Di minggu kemarin saja, dari tanggal 11 hingga 18 Januari tercatat ada 29 kejadian tanah longsor di Kabupaten Magelang. Sehingga kami meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan beberapa hari ini,” pesannya.

Bahkan pada 13 Januari lalu, kata Edi, di Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur pihaknya melakukan evakuasi warga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya adanya tanah longsor yang bisa mengancam warga. Apalagi kondisi di hari itu terjadi hujan lebat serta sebelumnya sudah terjadi longsor. (rfk/aro)

 

Delapan Kecamatan Rawan Longsor

Kecamatan Borobudur

Kecamatan Salaman

Kecamatan Kajoran

Kecamatan Windusari

Kecamatan Kaliangkrik

Kecamatan Tegalrejo

Kecamatan Pakis

Kecamatan Ngablak

Sumber: BPBD Kabupaten Magelang 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Bupati Magelang #Hidrometeorologi #bencana longsor #edi wasono