RADARMAGELANG.ID, Mungkid- Sebanyak 100 siswa taman kanak-kanak dan sekolah dasar menjalani skrining Soerojo Student Care.
Program yang diadakan Soerojo Hospital tersebut untuk mendeteksi dini masalah kesehatan mental.
Terutama pada anak usia sekolah. Dengan deteksi dini, diharapkan potensi masalah seperti gangguan belajar maupun mental lainnya dapat segera ditangani sebelum berkembang lebih lanjut.
"Kami melakukan kerja sama dengan sekolah. Sedangkan pelaksanaannya bersama tim Instalasi Rawat Jalan Soerojo Hospital," kata perawat Poliklinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja, Ria Andini Saputri.
Sebanyak 50 peserta pemeriksaan dini adalah siswa SD Mangunsari 3. Sedangkan 50 lainnya adalah siswa TK dan sekolah dasar yang tersebar di wilayah Kecamatan Sawangan.
Tidak hanya berhenti pada skrining, Soerojo Hospital juga memberikan edukasi parenting bagi guru dan orang tua.
“Setelah diperoleh hasil skrining, peserta yang memerlukan tindakan lanjut akan diberikan rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Baik melalui jalur asuransi maupun BPJS,” terangnya.
Jika diperlukan, pasien juga dapat dirujuk ke Soerojo Hospital untuk mendapatkan psikoterapi lanjutan. Seperti langkah deteksi ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Budi Suprastowo mengatakan skrining awal kesehatan mental sangat penting.
“Agar dapat diketahui masalah mental sedini mungkin. Segera dapat diadakan pendampingan untuk mencegah (sebelum) masuk ke jenjang yang lebih lanjut,” katanya.
Kepala SD Mangunsari 3, Sicilia Herlina Lukitowati menjelaskan pihaknya sudah lebih dari dua tahun mengirim beberapa siswa untuk menjalani psikoterapi di Soerojo Hospital.
Mereka rata-rata menderita gejala Attention Deficit Disorder (ADD). Anak penderita ADD mengalami gangguan konsentrasi belajar.
"Sebelumnya ada beberapa murid yang sudah kami bawa ke Soerojo Hospital. Kami ingin semua anak mendapat layanan deteksi dini sehingga tahu bagaimana kondisi kesehatan mental mereka," katanya.
Skrining kesehatan mental untuk siswa TK dan SD tidak lepas dari program inovasi yang digagas guru SD Mangunsari 3, Deneda Anggia Puspitaningtyas.
Deneda menggagas program inovasi Cakupan Aksi Kesehatan Mental dan Ruang Ajar untuk Layanan Akademik (Cakrawala). Program Cakrawala ditetapkan menjadi salah satu Inovasi Daerah Kabupaten Magelang tahun 2024.
Program ini untuk membangun sistem terpadu mengatasi masalah siswa yang kesulitan belajar akibat gangguan fokus atau Attention Deficit Disorder (ADD).
Selain ADD, beberapa anak mengalami gangguan berbicara. Sebagian lainnya mengalami gangguan emosional karena terpapar adiksi HP atau kecanduan telepon genggam. Model terapi yang biasanya dilakukan di Soerojo Hospital biasanya berupa psikoterapi kelompok dan remedial.
Anak-anak yang mengalami kesulitan baca-tulis-hitung (calistung) akan menjalani terapi remedial. (rfk/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo