Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Bupati Grengeng Minta Pendataan RLTH di Borobudur Lebih Sistematis

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Sabtu, 17 Januari 2026 | 07:19 WIB
Penyerahan kunci hasil renovasi rumah milik Siswanto, warga Desa Borobudur, pada Kamis (15/1/2026) sore.
Penyerahan kunci hasil renovasi rumah milik Siswanto, warga Desa Borobudur, pada Kamis (15/1/2026) sore.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Permasalahan rumah tidak layak huni (RLTH) masih menjadi pekerjaan rumah (PR). Terutama di kawasan penyangga destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Borobudur. Karena menjadi wajah kemiskinan yang nyata.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mendorong agar pendataan RTLH di Desa Borobudur dan wilayah sekitarnya dilakukan lebih sistematis, lengkap dengan pemeringkatan tingkat kebutuhan.

Data tersebut diharapkan menjadi dasar kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, DPRKP, maupun IDM.

“Saya meminta kepada Camat Borobudur, khususnya di Desa Borobudur ini ada berapa rumah yang tidak layak bisa diranking. Nanti kita pikirkan bersama-sama dengan TWC untuk solusi ke depan,” ujarnya.

Grengseng menegaskan, pengentasan RTLH tidak bisa dibebankan pada satu pihak. Pemerintah daerah, pengelola destinasi, dan masyarakat harus berjalan bersama agar dampak keberadaan Borobudur benar-benar dirasakan warga sekitar.

Ia juga berharap di Kabupaten Magelang bisa ditambah bantuan renovasi RTLH, khususnya di kawasan Borobudur. Karena permasalahan rumah ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

“Tadi disampaikan ada 52 bantuan untuk RTLH, di Kabupaten Magelang hanya 18. Paling enggak setengahnya. Bertahap nggak apa-apa,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama IDM, Febrina Intan menjelaskan, program RTLH merupakan bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata, termasuk Borobudur. Program renovasi RTLH, lanjut dia, dilakukan di banyak destinasi, tidak hanya di Borobudur.

Pihaknya akan lebih fokus untuk melakukan pendataan. Febrina mengatakan akan membuat data, jumlah keluarga yang masih membutuhkan support untuk mendapatkan rumah layak tinggal. 

Di Kabupaten Magelang, IDM merenovasi 18 unit rumah warga. Tahun ini, jumlah tersebut akan bertambah tiga unit.

Dengan kemungkinan penambahan apabila kebutuhan di lapangan mendesak dan dukungan anggaran memungkinkan.

Setiap rumah yang direnovasi menghabiskan anggaran Rp 50 juta hingga Rp 60 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki struktur bangunan secara menyeluruh. Mulai dari lantai berkeramik, kamar mandi layak, akses air bersih, hingga sambungan listrik.

Satu penerima manfaat program ini adalah Siswanto, 54, warga Dusun Gopalan, Borobudur. Rumah warisan keluarga yang telah berusia lebih dari 100 tahun itu sebelumnya nyaris tak layak dihuni.

Atap bocor, lantai tanah, dan banyak tikus membuat Siswanto lebih sering meninggalkan rumahnya. Renovasi dimulai dengan peletakan batu pertama pada 1 Oktober 2025 dan rampung pada 10 November 2025 menjadi renovasi besar pertama sejak rumah itu berdiri. (rfk/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#bantuan renovasi #idm #borobudur #Bupati Magelang Grengseng Pamuji #Rumah tidak layak huni (RTLH)