RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Pemerintah Kabupaten Magelang menyiapkan 99 kalender event selama 2026 untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan dan meningkatkan PAD.
Sebanyak 99 event itu meliputi event seni budaya, olahraga, serta sejumlah event lainnya yang berbasis komunitas.
“Harapannya, adanya kalender event ini dapat menghadirkan multiplier effect bagi masyarakat, utamanya masyarakat kecil yang hadir melalui UMKM maupun membantu mempersiapkan pengunjung melalui homestay,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Mulyanto.
Dikatakan, penyusunan kalender event ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan kegiatan wisata yang berkelanjutan sepanjang tahun. Berbagai event yang disiapkan itu diharapkan bisa menarik angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Magelang lebih lama.
“Sesuai arahan Bapak Bupati, event di Kabupaten Magelang jangan hanya sehari. Tapi harus lebih satu hari, sehingga wisatawan bisa tinggal lebih lama di Kabupaten Magelang,” ujarnya.
Dari sisi inovasi, lanjut dia, kalender event 2026 juga membawa perubahan. Sejumlah kegiatan yang sebelumnya berskala desa atau kecamatan, kini diangkat menjadi event tingkat kabupaten, bahkan nasional dan internasional. “Misalnya, Grebeg Ojek yang ada di Salaman, akan diangkat di tingkat Kabupaten Magelang. Kemudian event olahraga juga akan dinaikkan dari tingkat kabupaten, menjadi nasional bahkan internasional,” katanya.
Sejumlah event yang akan digelar dalam waktu dekat ini, seperti Perti Dusun Gowok Pos pada Januari, Bojong Banyu dan Grebeg Jemunak pada Februari, serta Grebeg Ketupat pada Maret mendatang. “Event ini sudah kami tata dalam kalender event Kabupaten Magelang,” ujarnya.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disparpora Kabupaten Magelang Arif Rahman menambahkan, capaian pariwisata pada 2025 belum memenuhi target. Penurunan kunjungan wisatawan berdampak langsung pada PAD sektor pariwisata. Target PAD sektor pariwisata 2025 sebesar Rp 5 miliar, tapi realisasinya baru 85 persen. "Pendapatan dari objek wisata yang dikelola pemkab turun sekitar 15 persen dibanding 2024," ungkap Arif.
Dia menyebut, penurunan tersebut sejalan dengan turunnya jumlah kunjungan wisatawan. Jika pada 2024 jumlah wisatawan mencapai 2,8 juta orang, namun pada 2025 angkanya turun menjadi kurang dari 2,5 juta.
Pada 2026 ini, lanjut dia, pemkab memasang target lebih tinggi. PAD sektor pariwisata ditargetkan sekitar Rp 6 miliar. Target tersebut diharapkan bisa tercapai melalui inovasi event, promosi yang lebih masif, serta peningkatan kualitas destinasi wisata. “Mudah-mudahan dengan kalender event dan inovasi-inovasi ini, target PAD Rp 6 miliar bisa tercapai. Kami akan berusaha maksimal," katanya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto