Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Jemput Bola CKG, Puskesmas Srumbung Magelang Temukan 9 Penderita TBC

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Senin, 29 Desember 2025 | 06:27 WIB
Petugas dari Puskesmas Srumbung memeriksa kesehatan warga setempat dalam cek kesehatan gratis.
Petugas dari Puskesmas Srumbung memeriksa kesehatan warga setempat dalam cek kesehatan gratis.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Pemerintah Kabupaten Magelang mempercepat langkah-langkah masif untuk mencapai target eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada 2030 mendatang.

Salah satunya dengan melakukan jemput bola ke tengah masyarakat dengan menggelar pemeriksaan cek kesehatan gratis (CKG).

Di wilayah lereng barat Gunung Merapi ini, Puskesmas Srumbung menyasar tiga area publik yakni Pasar Srumbung, Pasar Ngepos dan Pasar Bulu di Desa Kamongan.

Penanggung jawab penanggulangan TBC Puskesmas Srumbung, Siti Amanah mengatakan, di ketiga lokasi pasar itu, antusias warga mengikuti skrining dan cek kesehatan sangat tinggi. 

Selama program berlangsung, Puskesmas Srumbung mencatat jumlah warga yang melakukan CKG di Pasar Srumbung 105 orang dan suspect TB tujuh dengan hasil tes negatif.

Pasar Ngepos 125 yang CKG dan suspek TB satu orang masih dalam pemeriksaan di rumah sakit. 

Kemudian di Pasar Bulu petugas memeriksa 118 CKG dengan suspek TB dua orang masih dalam pemeriksaan menunggu hasil cek dahak.

“Namun demikian petugas tidak menemukan adanya kasus TBC,” kata Amanah. 

Selain para pedagang, petugas juga melayani pemeriksaan bagi masyarakat umum yang berada di sekitar lokasi.

"Jika positif diobati 6 bulan yang di Pasar Srumbung negatif semua. Terbanyak pemeriksaan di Pasar Ngepos," ungkap Amanah.

Kepala Puskesmas Kecamatan Srumbung, dr. Muhammad Satoto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan kesehatan preventif untuk mendeteksi dini berbagai penyakit.

Khususnya Tuberkulosis (TB), Diabetes Melitus (DM), dan Hipertensi (HT).

Sesuai data nasional, imbuh Satoto, di Kecamatan Srumbung cakupan kasus TBC aktif hingga akhir tahun 2025 mencapai 73 orang.

Namun hasil penyisiran petugas lewat CKG dan skrining kesehatan belum mencapai target cakupan yang ditentukan tersebut.

"Sampai hari ini masih 9 orang yang baru ditemukan. Jadi masih kurang banyak," ungkap Satoto.

Satoto mengimbau agar warga menjaga lingkungan dengan menerapkan hidup sehat.

Selain itu jika ditemukan anggota keluarga atau masyarakat mengalami batuk minimal dua minggu untuk segera melapor atau berkonsultasi ke puskesmas, petugas kesehatan atau kader TB terdekat. (rfk/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Srumbung #puskesmas #cek kesehatan gratis #tuberkulosis (TBC)