Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Inilah Titik Rawan Kemacetan dan Rawan Kecelakaan di Kabupaten Magelang yang Perlu Diperhatikan saat Momen Libur Nataru

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Sabtu, 20 Desember 2025 | 01:43 WIB
Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2025 yang digelar di Taman Wisata Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (19/12/2025).
Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2025 yang digelar di Taman Wisata Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (19/12/2025).

RADARMAGELANG.ID, MungkidPolresta Magelang memprediksi arus mudik di momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan dimulai, Sabtu (20/12/2025). 

Diprediksi akan ada peningkatan volume kendaraan yang melintas di wilayah Kabupaten Magelang.

Kasatlantas Polresta Magelang Kompol Nyi Ayu Fitria Facha mengatakan, Kabupaten Magelang merupakan jalur tengah sekaligus jalur alternatif Pulau Jawa.

Sehingga berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan dari arah Jogjakarta, Semarang, dan Purworejo.

Prediksinya, puncak arus mudik pertama momen libur Nataru pada Sabtu (20/12/2025) besok.

Sedangkan puncak arus mudik kedua sebelum tahun baru 2026.

“Untuk puncak arus balik pada 3 dan 4 Januari 2026,” katanya usai Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2025 yang digelar di Taman Wisata Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (19/12/2025).

Nyi Ayu menyebutkan, titik-titik kemacetan ada di Sambung Payaman mengingat kawasan ini terdapat penyempitan jalur dan banyak kendaraan parkir di bahu jalan untuk berziarah.

Berikutnya, di simpang Artos Magelang.

Selain itu, pada momen libur Nataru, area Taman Wisata Borobudur juga menjadi perhatian pihaknya, khususnya di jam-jam tertentu.

“Kita juga mengatensi trouble spot di Pasar Sayur Muntilan. Tapi itu pada jam-jam tertentu. Juga di jalur wisata lainnya, seperti di Ketep Pass Magelang maupun di jalur wisata Kaliangkrik,” jelasnya

Untuk titik rawan kecelakaan lalu lintas berdasarkan data pada kurun waktu tiga bulan ini, lanjut Nyi Ayu, masih di seputaran Mertoyudan.

Juga di jalur Salam – Muntilan, salah satunya di Gulon. 

Selain itu, di turunan Secang sebelum pertigaan lampu merah juga menjadi jalur rawan kecelakaan.

Sehingga untuk pengemudi diharapkan selalu berhati-hati mengingat jalur tersebut menjadi jalur kendaraan melintas dengan jalur turunan yang cukup panjang.

“Mayoritas penyebabnya kurang hati-hati, serta kondisi kendaraan yang kurang siap sehingga menyebabkan rem blong,” ujarnya.

Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar mengatakan, pengamanan selama libur Nataru dikerahkan 507 personel Polri dibantu unsur TNI (Kodim dan Subdenpom), Satpol PP, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Mereka akan diterjunkan untuk membantu mengamankan pelaksanaan ibadah Natal dan perayaan tahun baru serta mengatur kelancaran arus lalu lintas masyarakat guna menjaga keamanan objek-objek vital di kawasan wisata, termasuk Candi Borobudur.

“Pengaturan lalu lintas di kawasan wisata, khususnya Candi Borobudur akan dilaksanakan secara situasional dan disertai rekayasa lalu lintas apabila terjadi peningkatan volume kendaraan," katanya.

Ia menambahkan, pengamanan juga difokuskan pada tempat-tempat ibadah. 

"Seluruh gereja yang menyelenggarakan ibadah Natal dan tahun baru akan mendapat pengamanan dengan penempatan dua hingga lima personel, menyesuaikan jumlah jemaat, serta dilakukan sterilisasi lokasi dua jam sebelum ibadah," tambahnya. 

Bupati Magelang Grengseng Pamuji yang hadir dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2025 berharap sinergi lintas instansi dalam operasi ini mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Magelang serta wisatawan yang berkunjung khususnya di Candi Borobudur. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#candi borobudur #rawan kecelakaan #arus mudik #nataru #Nyi Ayu Fitria Facha #Polresta Magelang #rawan kemacetan #Bupati Magelang Grengseng Pamuji