Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Musik Keroncong Menggema di Taman Lumbini Candi Borobudur Magelang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 18 Desember 2025 | 02:45 WIB
Penampilan penyanyi Indra Utami Tamsir di event Indonesia Keroncong Festival (IKF) 2025 yang digelar di Taman Lumbini, Komplek Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Selasa (16/12/2025) malam.
Penampilan penyanyi Indra Utami Tamsir di event Indonesia Keroncong Festival (IKF) 2025 yang digelar di Taman Lumbini, Komplek Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Selasa (16/12/2025) malam.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid- Irama musik keroncong menggema di Taman Lumbini, Komplek Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Selasa (16/12/2025) malam.

Bertajuk Borobudur Moon edisi spesial Indonesia Keroncong Festival (IKF) 2025, festival ini menghadirkan sederet penyanyi keroncong tanah air.

Antara lain, Indra Utami Tamsir, Kunto Aji, dan Citra Scholastika.

Masyarakat dari berbagai kalangan hadir menikmati keindahan musik keroncong dengan background kemegahan Candi Borobudur.

Mereka larut dalam harmoni orkestra dan suara merdu para penyanyi.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, pemilihan Borobudur sebagai venue IKF 2025 memberikan kesan yang megah, prestisius, serta memperkuat pesan bahwa keroncong sama halnya dengan Borobudur.

Yakni, warisan budaya yang berharga akan tetap lestari, adaptif, dan mempersatukan berbagai perbedaan. 

Menurutnya, kondisi zaman yang terus berubah dan berkembang, mengisyaratkan penting untuk ikut mengupayakan pelestarian kesenian dan budaya dalam berbagai cara yang lebih menarik sesuai zaman. 

Melalui IKF 2025, pelestarian tradisi dan semangat modernitas dikemas dalam sebuah event berskala nasional yang lebih inklusif, terbuka dalam kolaborasi lintas budaya dan visioner.

Karena itu, lanjut Grengseng, gema keroncong tak akan lagi sebagai sesuatu yang kuno atau terbelakang. 

“IKF 2025 juga sebagai wujud pelestarian keroncong sebagai budaya warisan leluhur agar generasi penerus tetap peduli dan mengembangkan keroncong secara inovatif dan kreatif,” katanya. 

Dalam kondisi yang lebih spesifik, lanjut dia, Kabupaten Magelang tidak hanya dikenal dengan Candi Borobudur dan alamnya yang indah.

Tapi, juga merupakan suatu entitas daerah yang kaya akan berbagai kesenian.

Tarian, makanan tradisional, seni pertunjukan, dan musik daerah lekat pada masyarakat Kabupaten Magelang. 

Adanya IKF 2025, menurut Grengseng, tentu menjadi magnet yang luar biasa untuk menarik masyarakat terus mendengarkan keroncong sebagai kesenian daerah.

IKF 2025 juga memberikan pengaruh positif secara tidak langsung terhadap peningkatan pariwisata Kabupaten Magelang yang signifikan dan lebih variatif.  

“Saya berharap dalam membawa kesenian Indonesia, khususnya keroncong tidak berhenti sampai di sini (IKF 2025). Keroncong harus tetap kuncara dan bergema ke berbagai penjuru dunia,” harapnya. 

Direktur Badan Otorita Borobudur Agustinus Paranginangin mengatakan, Pariwisata Borobudur diharapkan bisa mendorong tumbuhnya pariwisata nasional, sehingga amat penting menggerakkan ekonomi dan efek pertumbuhan ekonomi di kawasan. 

Untuk itu, pariwisata Borobudur harus bisa mendorong masyarakat untuk meningkatkan lama tinggal di Borobudur dengan menginap dan menikmati kawasan Borobudur. 

“Festival Keroncong diharapkan menjadi kalender tetap, sehingga masyarakat jauh-jauh hari sudah merencanakan kunjungan,” ujarnya. (rfk/aro) 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#candi borobudur #Borobudur moon #Indra Utami #Taman Lumbini #musik keroncong #citra scholastika #kunto aji