RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Pemerintah Kabupaten Magelang menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan STMM Komdigi Jogjakarta, dalam membantu peningkatan kualitas sistem pemerintah berbasis elektronik (SPBE) dan tata kelola digital untuk mewujudkan pelayanan publik yang unggul.
Kolaborasi ini digelar dan dibalut dengan diskusi panel pada Senin (8/12/2025).
Wakil Bupati Magelang Sahid menyampaikan, saat ini sudah memasuki di mana teknologi informasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar.
Tuntutan masyarakat terhadap birokrasi yang cepat, transparan, dan efisien semakin tinggi.
Inilah mengapa Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) atau yang dikenal sebagai E-Government menjadi pilar utama dalam mewujudkan birokrasi 4.0.
Dan SPBE adalah perubahan pola pikir, perubahan proses bisnis, dan peningkatan integrasi data antar-OPD.
“Di Kabupaten Magelang, kita harus memastikan bahwa SPBE tidak hanya berjalan, tetapi juga berkualitas, terintegrasi, dan berdampak nyata pada kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Indeks SPBE Kabupaten Magelang pada 2024 adalah 3,92 dan harus terus ditingkatkan, dan yang lebih penting, manfaatnya harus terasa oleh setiap warga Magelang.
“Fokus dan arah kebijakan yang kita laksanakan berpedoman pada Visi dan Misi Kabupaten Magelang, Magelang yang Aman, Nyaman, Religius, Unggul dan Sejahtera (Anyar Gress). Didukung Sapta Cipta (tujuh Program Unggulan); Pinter Ngaji, Pinter Sekolah Bocahe; Sehat Wargane; Makmur Rakyate; Gemilang Potensine; Ngelayani Birokrasine; Gumregrah Wargane; Lestari Alame,” jelasnya lebih lanjut.
Sahid mengatakan, dalam mencapai hal ini, ada tiga poin yang menjadi kunci. Pertama, penguatan tata kelola digital. Di sini, pihaknya ingin tidak ada lagi aplikasi yang berdiri sendiri.
Diharapkan semuanya harus terintegrasi.
Kemudian yang kedua adalah peningkatan keamanan cyber.
Yang ketiga adalah kemudahan dalam mengakses layanan digital tersebut.
“Aplikasi dan layanan digital yang kita buat harus mudah digunakan, dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk disabilitas, dan benar-benar menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap diskusi panel hari ini dapat menjadi forum yang produktif dan menghasilkan rekomendasi strategis yang konkret.
“Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari praktik terbaik (best practices) dari narasumber yang ahli,” ungkapnya.
Serta dapat mengidentifikasi hambatan utama (bottleneck) dalam implementasi SPBE di Kabupaten Magelang.
Merumuskan langkah-langkah quick wins maupun strategi jangka panjang untuk percepatan digitalisasi.
“Seperti yang telah kita gariskan Digitalisasi dan Pelayanan Administratif Non-stop 7 Hari,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto