RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota Magelang siap menjalin sinergitas di berbagai sektor.
Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menyamakan persepsi di sejumlah sektor pelayanan dan kebijakan ke depan.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji dan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya dan Pak Wali Kota sama-sama bertugas untuk melayani masyarakat. Kita mencoba menyamakan persepsi, standar pelayanannya seperti apa, bagaimana melayani masyarakat, di sini kita rembug bersama,” ujarnya usai acara FGD Penguatan Sinergitas Kerja Sama antar Pemerintah Kota dengan Pemerintah Kabupaten Magelang di Omah Mbudur, Rabu (3/12/2025).
Menurutnya, selama ini, masyarakat Kabupaten Magelang benar-benar sangat terbantu, terutama di sektor pendidikan.
Namun demikian, Grengseng mengakui masih ada sejumlah catatan dan tantangan terkait akses layanan.
Ia berharap, ada toleransi dan kebijakan yang lebih berpihak, khususnya bagi masyarakat kecil.
"Tidak fair kalau warga kami boleh sekolah di Kota Magelang, tapi kemudian ada tuntutan yang memberatkan, seperti contohnya masuk sekolah jam setengah 7. Kami berterima kasih karena sudah banyak difasilitasi. Namun kami mohon sedikit toleransi," katanya.
Grengseng juga menyoroti pelayanan kesehatan lintas wilayah, mengingat jumlah penduduk Kabupaten Magelang mencapai 1,3 juta jiwa dengan jumlah rumah sakit yang terbatas.
"Ke depan kita fokus pada kolaborasi pelayanan kelas 3. Kalau kita bekerja bersama, maka pelayanan kepada masyarakat kota dan kabupaten bisa setara. Kami siap 1.000 persen untuk bekerja sama," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengemukakan keselarasan kebijakan Pemerintah Kota Magelang dan Pemerintah Kabupaten Magelang dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama di sejumlah sektor, seperti jasa, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.
“Kita ini (Kota Magelang dan Kabupaten Magelang) kan satu, akarnya sama, akar budayanya sama, dan akhirnya seluruh kebijakan ini kami harapkan juga bisa linier juga. Tidak ada dikotomi Kota dan Kabupaten Magelang," katanya.
Apalagi secara geografis, lanjut dia, wilayah kota dan kabupaten ini sebenarnya sama, hanya dibedakan oleh administrasi saja.
Oleh karena itu, semua kebijakan diharapkan dapat selaras, tidak ada dikotomi antara keduanya.
Ia mengatakan posisi "Magelang Raya" sebagai strategis.
Kota Magelang berperan sebagai pusat layanan urban, sedangkan Kabupaten Magelang menjadi penyangga pariwisata nasional dengan potensi lahan, pertanian, dan sumber daya alamnya.
Peran keduanya, katanya, sebagai pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur membuat kerja sama bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis.
“Kuncinya itu semangat kebersamaan. Kebijakan Kota Magelang harus selaras dengan Kabupaten Magelang dan sebaliknya agar pelayanan masyarakat menjadi lebih optimal,” ujarnya. (rfk/put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto