RADARMAGELANG.ID, Mungkid-- Bupati Magelang Grengseng Pamuji mendorong seluruh masyarakat, maupun pelaku usaha dan instansi pemerintah dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 mendatang yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Ia mengatakan, Sensus Ekonomi ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur perekonomian Indonesia, termasuk kontribusi berbagai sektor terhadap pembangunan daerah maupun nasional.
“Pelaksanaan Sensus Ekonomi menjadi landasan penting bagi perumusan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat pusat maupun daerah. Data yang akurat membantu pemerintah merancang program pembangunan lebih tepat sasaran, meningkatkan daya saing, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” kata bupati.
Lebih lanjut Grengseng menyampaikan, Kabupaten Magelang memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, industri kreatif, hingga perdagangan dan jasa.
Terkait hal tersebut, ia menekankan bahwa data yang valid dan komprehensif menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, seperti mengidentifikasi sektor usaha yang perlu didukung, menciptakan lapangan kerja baru, dan membangun infrastruktur yang memadai.
Ia mengajak seluruh pihak untuk memberikan data yang benar, jujur, dan lengkap, dengan jaminan kerahasiaan sesuai UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. “SE 2026 bukan hanya tanggung jawab BPS, tetapi milik kita bersama. Mari bersama-sama kawal pelaksanaannya demi kemandirian ekonomi Indonesia," tegasnya.
Kepala BPS Kabupaten Magelang Kus Haryoto menjelaskan, SE 2026 merupakan Sensus Ekonomi kelima yang diselenggarakan BPS. Tujuannya, menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, termasuk informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, dan ekonomi lingkungan.
Menurutnya, data ini bermanfaat bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, antara lain untuk merencanakan pembangunan berbasis data, mengidentifikasi sektor unggulan, mengevaluasi kinerja pemerintah, serta memahami karakteristik, dan peluang pengembangan usaha.
Dalam hal ini, BPS Kabupaten Magelang menyiapkan berbagai kegiatan untuk mendukung SE 2026, termasuk FGD Sosialisasi SE 2026. Tujuan kegiatan ini antara lain membangun kepercayaan dan kerja sama dengan pelaku usaha, mengumpulkan masukan dari stakeholder, menyusun strategi koordinasi, serta menguatkan komunikasi dan sinergi dukungan terhadap pelaksanaan SE 2026.
Sebagai inovasi, BPS Kabupaten Magelang juga telah menghadirkan aplikasi berbasis Android bernama SIKMA, yang dapat diunduh melalui Playstore. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengakses berbagai data yang dihasilkan oleh BPS Kabupaten Magelang, sehingga transparansi dan keterjangkauan informasi semakin meningkat.
"SE 2026 adalah milik Indonesia, milik kita semua. Bersama-sama kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang lebih mandiri, akurat, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat," tutup Kus Haryoto. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto