Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Cuaca Ekstrem, Waspadai DBD dan Malaria

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Rabu, 19 November 2025 | 03:30 WIB
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Oktora Kunto Edhy
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Oktora Kunto Edhy

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Perubahan cuaca yang cukup ekstrem beberapa waktu ini, pastinya akan berdampak dengan kondisi kesehatan masyarakat.

Lonjakan suhu panas, curah hujan ekstrem, serta pergantian musim yang tidak teratur memicu peningkatan sejumlah gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang dr. Oktora Kunto Edhy menyampaikan, dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini, pastinya akan berpengaruh terhadap kesehatan dari setiap individu. Sejumlah penyakit yang bisa terjadi di masa-masa saat ini terkait di saluran pernapasan. “Seperti flu, kemudian infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Bisa juga penyakit di saluran pencernaan seperti diare maupun tipes,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Selain itu, sejumlah penyakit yang sering menyerang masyarakat di kondisi cuaca saat ini adalah DBD dan malaria. Kunto menyampaikan, selain dua penyakit tersebut, kondisi cuaca saat ini juga bisa mempengaruhi, muncul penyakit kulit karena paparan sinar matahari dan keringat berlebih dapat memicu ruam, iritasi, bahkan infeksi kulit. “Ketika cuaca berubah drastis, daya tahan tubuh masyarakat menurun,” ujarnya.

Ia menghimbau masyarakat agar segera melakukan penanganan awal saat gejala mulai terasa. Kunto juga memberikan tips untuk mencegah penyakit di tengah perubahan cuaca dengan minum air minimal dua liter per hari, konsumsi makanan bergizi terutama sayur dan buah, konsumsi vitamin, istirahat yang cukup. Kemudian, jaga kebersihan lingkungan, hindari air tergenang dan pantau informasi cuaca melalui BMKG atau kanal resmi.

“Banyak orang meremehkan efek cuaca terhadap tubuh. Padahal, sistem imun kita butuh waktu beradaptasi. Ketika tubuh tidak siap, penyakit lebih mudah menyerang,” terang Kunto.

Sementara itu, Staf Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Radita Mustikawati menambahkan, sebenarnya berdasarkan data yang ada, untuk angka peningkatan kasus DBD itu lebih tinggi di tahun kemarin. Termasuk aduan dari masyarakat.

“Sedangkan untuk tahun ini, sebenarnya trennya cukup melandai. Terutama dari awal tahun sampai dengan pertengahan saat ini, mengingat musim penghujan sendiri baru muncul di pertengahan menjelang akhir tahun,” jelasnya.

Sehingga untuk saat ini, pihaknya lebih fokus menggencarkan edukasi agar masyarakat giat melakukan PSN di lingkungan masing-masing sebagai upaya mencegah wabah DBD. “Jangan sampai di akhir tahun atau awal tahun depan, malah muncul ledakan kasus DBD. Sehingga hal ini yang kita antisipasi,” ujarnya. (rfk/aro) 

Editor : H. Arif Riyanto
#kesehatan #malaria #cuaca ekstrem #penyakit #dbd