RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Bupati Magelang Grengseng Pamuji mendorong Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Magelang bisa menjadi jembatan antara warisan budaya masa lalu dan inovasi seni masa kini.
“KSBN adalah wadah para seniman, budayawan, pemerhati budaya, dan seluruh masyarakat yang peduli pada seni tradisi. Saya berharap KSBN dapat menjadi penghubung antara nilai-nilai budaya leluhur dan semangat kreativitas generasi saat ini,” ujar Grengseng.
Ia mengatakan, Kabupaten Magelang dianugerahi kekayaan budaya yang luar biasa. Keberadaan Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon serta candi-candi kecil lain bukan hanya simbol sejarah, tetapi sumber kekuatan identitas daerah. Sehingga tantangan saat ini, bagaimana agar generasi muda bisa ikut serta menjaga, merawat, dan mengembangkan kekayaan ini.
“Tantangan terbesar kita hari ini adalah bagaimana memastikan generasi muda benar-benar siap dan mau menjadi estafet utama dalam melestarikan budaya dan adab bangsa. Mereka harus tumbuh sebagai generasi yang memahami akar sejarahnya, mencintai tradisi daerahnya,” katanya.
Untuk mendukung hal ini, pihaknya dalam hal ini pemerintah kabupaten berkomitmen memperkuat kolaborasi melalui berbagai program Disdikbud, penyelenggaraan kegiatan seni, pendampingan komunitas, hingga penyediaan ruang-ruang ekspresi yang inklusif bagi anak muda. “Kami ingin memastikan mereka memiliki akses, kesempatan, dan ruang kreatif yang memadai agar bisa terlibat langsung dalam revitalisasi kebudayaan daerah,” ujarnya.
Ketua Umum KSBN Kabupaten Magelang Ki Mantep menyebut, tugas yang diemban kepengurusan saat ini bukanlah hal ringan. Namun dengan sinergi semua elemen, ia yakin KSBN dapat memperkuat kontribusinya dalam pelestarian seni dan budaya Nusantara.
Ki Mantep juga melihat bahwa modernisasi dan perkembangan global menjadi tantangan tersendiri bagi dunia kebudayaan. Karena itu, KSBN tidak hanya berkewajiban menjaga tradisi, tetapi juga mengaktualisasikannya agar relevan bagi generasi muda.
Ia menjelaskan, sejumlah fokus program KSBN ke depan, antara lain penguatan jaringan dan konsolidasi organisasi di seluruh daerah, pemberdayaan seniman dan komunitas budaya di akar rumput, serta pengembangan ekosistem seni yang inklusif dan berkelanjutan.
"Kami akan memanfaatkan teknologi dan media digital untuk memperluas akses dan promosi karya budaya Nusantara. Selain itu, sinergi dengan pemerintah, dunia pendidikan, dan para pemangku kepentingan harus terus diperkuat," katanya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto