Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Ekspor Salak Nglumut Srumbung Magelang Tembus Hingga Ratusan Ton, Sudah Merambah Asia dan Timur Tengah

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Jumat, 14 November 2025 | 04:34 WIB
Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngudi Luhur di Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang sedang memilah sejumlah salak yang terbaik untuk diekspor, Kamis (13/11/2025).
Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngudi Luhur di Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang sedang memilah sejumlah salak yang terbaik untuk diekspor, Kamis (13/11/2025).

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Selama 2025, ekspor salak nglumut asli Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang tembus di angka mendekati 700 ton.

Angka tersebut, hanya untuk ekspor di satu negara, yakni China.

“Untuk ekspor ke China selama 2025, dari Januari hingga Oktober telah mendekati 700 ton. Dalam kurun waktu itu juga mengirim ke Kamboja, dan ke Eropa sebanyak 50 ton,” kata Ketua Gapoktan Ngudi Luhur Desa Kaliurang Agus Sryono di sela peringatan HUT PT Sewu Segar Nusantara ke-30 di Aula Kantor Desa Kaliurang, Kamis (13/11/2025).

Ia menjelaskan, produktivitas ekspor salak nglumut oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngudi Luhur di Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang terus meningkat.

Dalam satu tahun terakhir, aktivitas pengiriman domestik maupun ekspor salak ke sejumlah negara menembus angka ratusan ton. 

Agus menuturkan, di Kecamatan Srumbung terdapat 800 hektare lebih perkebunan salak jenis nglumut.

Namun dari jumlah luasan lahan itu belum mampu mencukupi kebutuhan ekspor. 

Menurut Agus, kerja sama ekspor salak Nglumut Gapoktan Ngudi Luhur bersama buyer PT Sewu Segar Nusantara sudah terjalin lebih tujuh tahun sejak 2017.

Dalam kurun waktu itu buah eksotik khas lereng barat Gunung Merapi ini telah merambah pasar lokal maupun luar negeri di antaranya ke China, Timor Leste, dan negara lain di kawasan Eropa.

“Mudah-mudahan ke depan (kerja sama ini) bisa membuka pasar Vietnam. Tambah lagi pangsa pasar Arab, Eropa, termasuk USA,” harapnya.

Perwakilan PT Sewu Segar Nusantara Budi Haryono mengatakan, ekspor salak Nglumut ke China tahun ini cukup besar di kisaran 600 ton dengan rata-rata pengiriman 60 ton setiap pengiriman.

Bahkan tidak menutup kemungkinan masuk pasar Timur Tengah, Jepang, dan negara lainnya. 

“Untuk salak kita masih open market, memang paling banyak sekarang di China. Kita masih terus buka pasar karena peluangnya besar sekali,” papar Budi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan menyampaikan, apresiasi atas kolaborasi pemasaran salak antara PT Sewu Segar Nusantara dengan Gapoktan Ngudi Luhur Kaliurang Srumbung karena memperkuat posisi Kabupaten Magelang sebagai sentra hortikultura unggulan.

Visi besar dari kemitraan ini adalah terwujudnya ekosistem pertanian salak di Kabupaten Magelang yang berkelanjutan dan berdaya saing global, melalui sinergi petani sektor swasta dan pemerintah daerah. 

“Misi yang diemban itu sangat relevan pada saat ini, meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Kaliurang dan Kecamatan Srumbung secara luas,” ungkap Romza.

Dalam kesempatan itu juga ditekankan peluang ekspor dari komoditas lain yang ada di Kabupaten Magelang seperti buah pisang, nanas, alpukat dan kopi.

Semua tanaman itu tumbuh subur, sehingga dibutuhkan kolaborasi dalam memperluas rantai pasok ekspor agar kesejahteraan masyarakat petani meningkat. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Srumbung #china #ekspor #salak #kaliurang #Kabupaten Magelang