RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Aparat Polresta Magelang berhasil mengamankan dua remaja yang diduga terlibat aksi tawuran (bukan klitih, Red), Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 18.00 lalu.
Keduanya bersama empat remaja lainnya sempat mengejar tiga korban hingga motornya terjatuh. Akibatnya, satu korban meninggal dunia, dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Pejabat Sementara (PS) Kasi Humas Polresta Magelang Ipda Ady Lilik Purbianto menjelaskan, dua remaja yang diamankan berusia 15 dan 17 tahun. Keduanya yang mengendarai motor (joki) dan yang membawa senjata tajam jenis celurit. “Saat ini ditahan di unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak),” katanya.
Dijelaskan, kedua terduga pelaku diamankan Selasa (11/11/2025) malam. Saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan. “Keterangan lainnya nanti menunggu, saat ini masih pengembangan dan lain-lainnya dari tim,” ujarnya
Ady menambahkan, dua remaja tersebut diduga melakukan aksi pengejaran terhadap tiga korban yang mengendarai satu motor. Ketiga korban adalah RMP, 14, warga Mertoyudan, serta FKM, 14, dan MFP, 14, warga Mungkid.
Saat itu, sedikitnya enam remaja mengendarai tiga motor mengejar korban sambil membawa senjata tajam. Karena ketakutan, motor korban sampai terjatuh. Akibatnya, ketiganya mengalami luka dan dilarikan ke RSUD Merah Putih. Karena luka sangat parah, salah satu korban akhirnya meninggal dunia.
“Informasi yang kita terima dari dua remaja tersebut, kejadian itu bukan klitih, tapi diawali tantang-tantangan antara pelaku dan korban,” jelas Ady.
Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, awalnya kelompok pelaku dan korban saling tantang via Instagram (IG). Mereka janjian bertemu untuk tawuran di Mertoyudan. “Akhirnya terjadi aksi kejar-kejaran. Sesuai keterangan kemarin, ada ayunan sajam ke arah korban, tapi hanya mengenai jaket,” terangnya.
Ady kembali menegaskan, ketiga korban yang dikejar itu kalah tawuran. Namun saat dikejar, ketiga korban malah terjatuh. “Saat mengetahui ketiganya jatuh, dua orang yang kita amankan bersama temannya langsung pergi,” katanya.
Kejadian tersebut terungkap berawal adanya laporan kasus kecelakaan ke Polsek Mertoyudan. Kejadian kecelakaan tunggal itu terjadi di Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Namun saat dilakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, ternyata kecelakaan itu diawali adanya aksi pengejaran oleh sekelompok remaja. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto