RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Festival Kebonkliwon IV yang digelar warga Kebonkliwon, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman berlangsung meriah. Gerebeg bibit tanaman disambut antusias warga. Tidak sampai 10 menit, ribuan bibit tanaman buah ludes diperebutkan pengunjung.
Festival Kebonkliwon IV yang rutin digelar setiap dua tahun ini untuk memeriahkan rangkaian khataman anak-anak mengaji di masjid setempat.
Festival digelar mulai Rabu (5/11/2025) hingga Senin (10/11/2025). Dari rangkaian acara ini, gerebeg bibit tanaman yang paling ditunggu, selain kirab santri.
Total ada 2.000 bibit tanaman buah yang disiapkan oleh panitia. Festival Kebonkliwon IV dibuka dengan kirab pukul 08.30. Warga membawa tumpeng, hasil bumi, dan bibit tanaman buah.
Setelah pembukaan, grebeg atau rebutan bibit tanaman buah dimulai pukul 10.47. Nadhiroh, 34, warga Bener Purworejo mengaku baru pertama kali mengikuti grebeb bibit tanaman buah.
“Tadi ikut berebut saya, sampai dorong-dorongan, mau jatuh juga. Tapi alhamdulillah senang dapat tujuh bibit. Meskipun sempat dredeg juga tadi,” ujarnya lega.
Sementara itu, Rohadi, asal Tegalarum Borobudur mengatakan dengan mudah mendapat bibit.
“Tadi sangat mudah. Pas gerbang dibuka, masuk langsung bisa mengamankan bibitnya. Saya dapat enam bibit,” ucapnya.
Ketua Panitia Festival Kebonkliwon IV, Syariful Faqih mengatakan, gerebeg bibit tanaman buah ini merupakan wujud syukur kepada Allah SWT.
“Kita menyediakan 2.000 bibit tanaman buah. Ada durian, kelengkeng, alpukat, sawo meksiko, anggur brazil, sawo mentimun, sawo jumbo dan sebagainya,” jelasnya.
Bibit dibagikan selain bersedekah juga agar warga Magelang bisa membantu menghijaukan alam.
Ia menjelaskan, festival kali ini bertema Ngunduh Wohing Pakarti, yang memiliki makna memetik hasil dari perbuatan.
“Jadi kita harapkan ada pesan moral untuk masyarakat. Sekecil apapun tindakan kita, kebaikan apapun yang kita lakukan itu, akan menuai hasilnya. Begitu juga sebaliknya, kalau kita berbuat baik, ya kita dapat hasil baik, yang buruk ya juga buruk seperti itu,” ujarnya. (rfk/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo