RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Lemah Urip Festival 2025 secara resmi ditutup dengan semarak di Lapangan Desa Karanganyar, Borobudur, Kabupaten Magelang, Selasa (28/10/2025) malam.
Acara yang telah menjadi agenda tahunan ini mengukuhkan komitmen masyarakat setempat dalam melestarikan budaya di tengah gempuran tren modern.
Malam penutupan berlangsung meriah, diawali dengan Lomba Membuat Gerabah yang unik dan menarik.
Lomba ini secara khusus diikuti oleh perajin gerabah wanita dengan tantangan waktu yang sangat singkat, yaitu hanya lima menit untuk menghasilkan sebuah karya.
Setelah ketegangan lomba berakhir, semangat penonton dihangatkan oleh penampilan energik dari kesenian tradisional Jathilan Wahyu Satriyo Budoyo.
Antusiasme masyarakat Desa Karanganyar dan sekitarnya terbukti tak luntur.
Meskipun sepanjang acara penutupan diguyur hujan, warga tetap memadati lapangan.
Kehadiran warga ini menjadi bukti nyata bahwa berbagai rangkaian acara yang disiapkan penyelenggara sejak 25 Oktober lalu mendapat tempat di hati publik.
Kepala Desa Karanganyar Suyanto menyatakan kebanggaannya.
Ia mengungkapkan, festival ini adalah bukti nyata masyarakat masih melestarikan budayanya di tengah maraknya tren musik masa kini.
"Kita ini di kawasan Borobudur yang notabene wisata budaya, jadi kegiatan ini bagus sekali," terangnya.
Suyanto berharap, festival ini ke depannya dapat dilirik pemerintah untuk dikembangkan menjadi wisata malam yang memanfaatkan keindahan alam sekitar, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan melibatkan lebih banyak pihak.
Ketua Panitia Festival Lemah Urip Ketujuh Muhammad Jafar Qoir menjelaskan, kegiatan ini adalah ajang apresiasi dan pelestarian seni budaya tradisional yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah.
"Festival ini sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya lokal Kabupaten Magelang," tegas pria yang akrab disapa Jepe ini. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto