Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Priyo Handoko, Warga Tempuran Solo Riding dengan Motor Honda CB 125 hingga India

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 30 Oktober 2025 | 03:36 WIB
Priyo Handoko warga Tempuran, Kabupaten Magelang keliling dunia saat di pegunungan Khardung La India yang tertutup salju.
Priyo Handoko warga Tempuran, Kabupaten Magelang keliling dunia saat di pegunungan Khardung La India yang tertutup salju.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Priyo Handoko, 40, warga Tempuran, Kabupaten Magelang ini berhasil mewujudkan impiannya untuk melakukan solo riding hingga ke luar negeri.  

Update terbaru lewat akun media sosialnya, potokutoiki, mengabarkan kalau Priyo yang mengendarai motor Honda CB 125 keluaran 1972 bernopol AA 6168 ABB sudah tiba di salah satu jalan tertinggi di dunia, Khardung La India.

Priyo Handoko menceritakan, pengalaman solo riding ini sudah dimulai sejak 2023 lalu, namun tidak terlalu terekspos.  

Saat ini, perjalanan bertajuk Riding Anything Can Go Anywhere ini sudah memasuki etape ketiga.

Ia mengaku, perjalanan ini tidak ada tujuan tertentu.

“Perjalanan ini bagi saya sekadar hobi saja,” ujarnya kepada wartawan melalui video yang dibuatnya.

Ayah dua anak ini berangkat ke India pada Jumat (3/10/2025) lalu.

Sedangkan sepeda motornya sejak solo riding etape pertama tidak pernah dibawa pulang ke Indonesia dan dititipkan kepada sejumlah temannya di luar negeri.

“Untuk etape ketiga, rutenya dari Nepal, eksplor ke India dan Pakistan. Tapi, tidak tahu, sepertinya perbatasan India dan Pakistan tutup, makanya terakhir di jalan tertinggi di dunia,” kata Priyo

Ia mengaku, saat etape pertama, dimulai di kawasan Asia Tenggara. Ia berkeliling mulai Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan lainnya.

Selanjutnya dia menuju wilayah Asia Selatan.

“Tujuan utama waktu itu saya mengeksplorasi Pegunungan Himalaya,” ucapnya yang saat ini masih berada di Srinaga.

Priyo mengatakan, solo riding yang dilakukan ini bagi dirinya untuk meraih sebuah pencapaian pribadi yang baru.

Sebelum keliling luar negeri, dirinya sudah mengunjungi beberapa wilayah di Indonesia. Seperti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, NTB, NTT, dan lainnya.

“Dari situ, saya mulai tumbuh keinginan untuk berkeliling dunia,” ungkapnya.

Ia pun mulai mengurus dokumen, seperti visa, paspor, SIM Internasional dan Carnet De Passages En Douane (CPD) atau surat izin melintas kendaraan bermotor antarnegara.

Priyo mengaku sudah mengenal motor CB kurang lebih 20 tahun. Hal ini yang membuatnya memilih motor tersebut selama riding.

“Saya sudah tahu seluk beluk kelemahan motor ini apa saja. Meski selama perjalanan ini, memang tidak mulus dan tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan. Drama perjalanan, trouble pastinya ada,” ungkapnya.

Ia menceritakan, kedatangan di Khardung La India di awal musim dingin.

Sehingga kendala yang dihadapi pastinya karena permasalahan salju.

Seperti penutupan jalur karena penumpukan salju atau salju kering di jalan.

“Saya terpaksa berhenti dan menginap di satu tempat,” ucapnya.

Priyo juga menceritakan pengalaman  dramatis saat berada di ketinggian sekitar 3.400 mdpl, di mana dirinya sempat terjebak karena mau naik jalanan tertutup salju.

“Di ketinggian 3.000 (mdpl) sama 5.000 tertutup salju. Saya harus menunggu beberapa hari agar es mencair dan tidak turun salju (bertahan dua hari di rumah warga). Setelah dua hari menunggu, akhirnya hari ketiga saya putuskan naik dengan keberhasilan 60 persen,” katanya. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#riding #Honda CB125R #keliling dunia #india