Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Forum Santri Magelang Gelar Aksi Damai Jaga Marwah Pesantren, Santri, dan Kiai

Magang Radar Magelang • Jumat, 24 Oktober 2025 | 03:48 WIB
Forum Santri Magelang menggelar aksi damai dan doa bersama sebagai bentuk protes terhadap tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang dianggap menyinggung marwah pesantren, santri, dan kiai.
Forum Santri Magelang menggelar aksi damai dan doa bersama sebagai bentuk protes terhadap tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang dianggap menyinggung marwah pesantren, santri, dan kiai.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid- Forum Santri Magelang menggelar aksi damai dan doa bersama sebagai bentuk protes terhadap tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang dianggap menyinggung marwah pesantren, santri, dan kiai.

Aksi damai digelar Kamis (23/10/2025) mulai pukul 08.00 WIB.

Massa aksi berkumpul di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An Nur Kota Mungkid sebelum melanjutkan penyampaian aspirasi ke DPRD Kabupaten Magelang dan Polresta Magelang. 

Ribuan peserta hadir dari kalangan santri, Banom NU, serta seluruh warga Magelang yang peduli terhadap kehormatan kiai dan lembaga pendidikan Islam.

Aksi ini digelar untuk menjaga marwah pesantren, santri, serta kiai dari pencemaran nama baik, dan pelecehan.

Kegiatan berlangsung damai diawali doa bersama atau istighotsah yang dipimpin oleh Gus Yusuf dan para kiai sepuh di Magelang.

Pimpinan DPRD Kabupaten Magelang dalam audiensi bersama Forum Santri Magelang menyampaikan, lembaganya telah menerima dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat atas kasus tersebut.

“Kami atas nama pimpinan DPRD dan seluruh anggota DPRD sudah menerima aspirasi dari Forum Santri Kabupaten Magelang. Hari ini sekaligus sesuai dengan fungsi dan kewenangan DPRD, aspirasi tersebut akan segera ditindaklanjuti,” ujar perwakilan DPRD Kabupaten Magelang dalam pembacaan putusan.

Ia juga menegaskan DPRD akan mengawal enam tuntutan dari Forum Santri, di antaranya mendorong Polresta Magelang menindaklanjuti laporan secara hukum, mendesak DPR RI dan kementerian terkait untuk mengawal kasus ini, serta meminta Trans7 melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tayangannya.

Salah satu peserta aksi Sumarno dari Sawangan yang juga anggota Banom NU mengatakan, keikutsertaannya dilandasi rasa kecewa dan sakit hati. 

“Tentunya saya sakit hati, dari awal para santri dan para kiai kan pejuang sebelum ada Indonesia ini. Tapi sekarang dilecehkan, kami siap membela para santri dan kiai sampai mati,” tegasnya.

Sementara itu, Sri Arip, relawan asal Blondo yang ikut sejak pagi mengaku ikut aksi karena merasa tersinggung. 

“Sakit hati karena para kiai dilecehkan, rasanya gemreget, merasa tersinggung,” ujarnya singkat sambil membagikan konsumsi kepada peserta aksi.

Adapun Muhammad dan Munada, alumni Ponpes Tegalrejo asal Srumbung mengatakan, aksi ini bukan bentuk kemarahan, melainkan upaya mengembalikan kehormatan kiai.

“Kegiatan ini bukan untuk rusuh tapi aksi damai. Kami ikuti dengan aturan yang sudah ditentukan oleh kiai,” katanya. 

Ia berharap aksi ini bisa menjadi momentum agar masyarakat kembali memahami nilai luhur pesantren. 

“Intinya kami memperjuangkan marwah pesantren yang akhir-akhir ini sempat diberitakan kurang tepat oleh Trans7. Semoga dengan adanya aksi ini semuanya kembali ke fitrah yang dulu,” pungkasnya.

Usai kegiatan, massa aksi tetap menunjukkan ketertiban dan rasa tanggung jawab sosial dengan membersihkan area sekitar lokasi aksi.

Mereka tampak mengumpulkan sampah dan memastikan tempat tetap bersih. (diar putri ananda/frisca nur febrista/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#forum santri indonesia #aksi demo #doa bersama #aksi damai #MAJT An Nuur Magelang