Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Festival Budaya Grebeg Ojeg 2025 Akan Warnai Akhir Oktober di Magelang

Magang Radar Magelang • Selasa, 21 Oktober 2025 | 22:12 WIB
Poster resmi Grebeg Ojeg 2025. Festival budaya warga Drojogan yang digelar 24–26 Oktober di Magelang
Poster resmi Grebeg Ojeg 2025. Festival budaya warga Drojogan yang digelar 24–26 Oktober di Magelang

RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Komunitas Petruk Bagong (KOMPEBA) akan kembali menggelar Festival Budaya Grebeg Ojeg 2025 pada 24–26 Oktober 2025 di Kampung Drojogan, Sidomulyo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Acara tahunan ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus wadah mempererat hubungan antarwarga.

Ketua pelaksana Grebeg Ojeg 2025, Fatkhurohman, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini mengusung tema “Drojogan Ceria”, yang mengandung makna agar warga tetap gembira dan saling menguatkan dalam setiap kondisi.

“Kalau kita ceria, insyaallah hidup akan terasa bahagia,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (21/10/2025).

Fatkhurohman menambahkan, tujuan utama festival ini adalah untuk mempererat kerukunan antara pemuda dan warga Dusun Drojogan, sekaligus memperkenalkan potensi usaha lokal yang dimiliki masyarakat.

“Selain budaya, kami juga ingin mengangkat semangat ekonomi kreatif warga, seperti pengusaha kaos, penjual ojeg atau cilok, dan berbagai wirausaha rumahan lainnya,” jelasnya.

Festival Grebeg Ojeg 2025 akan menampilkan beragam kegiatan. Rangkaian acara akan dibuka pada Jumat (24/10/2025) malam dengan doa bersama dan penampilan Topeng Ireng Citra Rimba dari Kajoran.

Keesokan harinya, Sabtu (25/10/2025), masyarakat dapat mengikuti senam bersama, serta menikmati beragam pentas kesenian seperti Gedruk Sanggar Seni Gabut Waseso, Kuda Lumping, Leak Bali, dan Warok WBM yang akan tampil hingga malam hari.

Puncak acara akan berlangsung pada Minggu (26/10/2025), dimulai dengan Kirab Gunungan Ojeg yang diikuti parade budaya dan pertunjukan besar yang melibatkan sekitar 500 penari berkostum.

Dalam prosesi puncak Grebeg, panitia juga akan menggelar kegiatan unik bertajuk “Makan Ojeg Gratis”, simbol kebersamaan warga dan bentuk syukur atas rezeki.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati bazar UMKM lokal, pertunjukan barongsai, serta hiburan musik dari orkes jadul di malam penutupan.

Empat Punokawan mengiringi Gunungan Ojeg, simbol syukur dan kemakmuran warga Drojogan dalam Grebeg Ojeg 2024.
Empat Punokawan mengiringi Gunungan Ojeg, simbol syukur dan kemakmuran warga Drojogan dalam Grebeg Ojeg 2024.

Menurut panitia, tahun ini konsep acara masih dipertahankan sebagai festival rakyat yang hangat, guyub, dan penuh hiburan khas kampung.

“Kami ingin suasana tetap sederhana tapi bermakna. Intinya menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong,” tutur Fatkhurohman.

Menariknya, bagi masyarakat yang tidak sempat hadir langsung, seluruh rangkaian kegiatan akan disiarkan secara langsung melalui akun media sosial resmi KOMPEBA di YouTube, TikTok, Instagram, dan Facebook.

Panitia berharap masyarakat Magelang dan sekitarnya dapat ikut memeriahkan Grebeg Ojeg ke-11 tahun ini, baik secara langsung di Kampung Drojogan maupun secara daring.

“Semoga generasi muda Kompeba selalu menjaga kerukunan, kekompakan, dan semangat gotong royong. Hidup di kampung berarti saling membutuhkan, jadi kebersamaan harus terus dijaga,” tutup Fatkhurohman. (mg3)

Editor : H. Arif Riyanto
#festival budaya #bazar UMKM #Kampung Drojogan #Magelang Berbudaya #Wisata Budaya Magelang #Grebeg Ojeg #budaya jawa #Kompeba #kirab budaya