RADARMAGELANG.ID, Mungkid–Tim Damkar Kabupaten Magelang berhasil menyelamatkan seorang balita yang terjebak di dalam mobil.
Kejadiannya di Perumahan Puri Azalona, Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Senin (20/10/2025) siang.
Balita yang diketahui bernama Virendra, 2, anak semata wayang pasangan Adin Ian Danarko, 30 dan Putri Yulita Lestari, 31, itu terjebak di dalam mobil usai ikut memanasi mesin mobil bersama ayahnya.
Saat melakukan evakuasi, petugas Damkar menggunakan alat airbag, penggaris besi dan kawat. Tim damkar berupaya membuka kaca pintu dari dua sisi. Yakni, pada bagian stir dan kaca pintu belakang agar bisa membuka pintu mobil, yang saat kejadian semua pintu terkunci. Setelah sepuluh menit proses penanganan, balita laki-laki yang baru berumur sekitar dua tahun tersebut berhasil diselamatkan.
Anggota Damkar Kabupaten Magelang Hendra Cahyo Wibowo menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan awal sekitar pukul 11.05, dan sampai di lokasi sekitar pukul 11.15. Sebelum melakukan tindakan, tim Damkar lebih dulu melakukan assesment. “Upaya yang kami lakukan dengan menggunakan metode airbag. Kami berhasil membuka jendela dengan penggaris lalu membuka kunci pintu,” jelasnya.
Untuk proses evakuasi sendiri, kata Hendra, kurang lebih 5 sampai 10 menit. Dengan kendala karena central lock ada di samping bukan yang di atas. “Balita sempat nangis lama dan histeris juga, sehingga kami juga berusaha menenangkan balita tersebut,” ucapnya.
Hendra menjelaskan, menurut keterangan ayah balita tersebut, sebelum terjebak di dalam mobil, Virendra ikut menemani ayahnya memanasi mesin mobil di garasi rumah. Usai memanasi mobil, Virendra yang duduk di kursi depan meminta ayahnya untuk digendong keluar dari dalam mobil.
“Namun apes, saat ayahnya keluar dari kursi sopir dan mencoba mengeluarkan buah hatinya dari pintu samping, tiba-tiba semua pintu terkunci. Meski telah melakukan upaya membuka pintu mobil, selama sepuluh menit namun gagal. Ayah korban kemudian menelepon kami untuk membantu menyelamatkan anaknya,” terang Hendra. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto