Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Disparpora Kabupaten Magelang Hidupkan Eksistensi Kesenian Khas Magelang Lewat Program Art Culture Performance

Magang Radar Magelang • Senin, 20 Oktober 2025 | 03:58 WIB
Penampilan kesenian jaranan di Pendopo TIC Borobudur
Penampilan kesenian jaranan di Pendopo TIC Borobudur

RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Sejak empat tahun terakhir, kawasan wisata Candi Borobudur tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah dan alam, tetapi juga menyuguhkan atraksi budaya khas Kabupaten Magelang setiap minggu. 

Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang terus berupaya memaksimalkan potensi wisata di kawasan Borobudur. Salah satunya melalui program Art Culture Performance yang digelar di Panggung Mandala Tourist Information Center (TIC) Borobudur, Jalan Balaputradewa No. 1, Wanurejo, Borobudur.

Kegiatan yang berlangsung setiap Minggu pagi ini menampilkan berbagai kesenian tradisional khas Kabupaten Magelang. Pada Minggu, (19/10/2025) penampilan spesial di meriahkan oleh dua kelompok kesenian, yakni Soreng Wahyu Manunggal dari Dusub Semen, Banyusidi, Pakis, serta Jaranan Krido Gumelar dari Brengkel, Salaman.

Penampilan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui sosial media instagram @officialwisatamagelang dan @magelangku_, sehingga masyarakat luas dapat ikut menikmati pertunjukan budaya khas Magelang tanpa harus hadir langsung di lokasi.

Staf bidang pemasaran dan ekonomi kreatif Dinas Pariwisata, Muhamad Afif (35), menjelaskan bahwa penampilan seni tradisional ini fokus pada seni pertunjukan, yang merupakan salah satu dari 17 sub sektor ekonomi kreatif. 

“Karena lokasi program ini berada di Tourist Information Center (TIC) Borobudur, kami ingin memaksimalkan potensi wisata di sini dengan menampilkan atraksi budaya setiap hari Minggu. Jadi wisatawan yang datang tak hanya menikmati wisata sejarah dan alam, tetapi juga pengalaman budaya yang menarik,” jelas Afif.

Meski sudah berjalan selama empat tahun, pelaksanaan acara ini belum bisa dilakukan secara rutin setiap minggu disebabkan kondisi anggaran yang tidak menentu. 

“Kadang anggaran hanya cukup untuk menyelenggarakan selama tiga bulan, ada pula yang sampai setengah tahun. Itu sebabnya jadwalnya gak nentu,” tambahnya.

Untuk peserta, setiap hari Minggu diatur tampil satu kesenian. Namun, jika ada kendala dari pihak kesenian,penampilan peserta bisa digabung dalam satu hari khusus. Durasi pertunjukan disesuaikan sekitar 30 menit agar tetap menarik namun efektif, berbeda dengan pentas tradisional yang cenderung lebih panjang.

Afif mengungkapkan sistem penjaringan peserta berasal dari lomba kesenian pada festival-festival lokal di wilayah Kabupaten Magelang, seperti Ketep Pass Festival, Festival Telomoyo, dan Festival Kali Elo.

 “Dari kompetisi tersebut, kami memilih 6 besar yang hasilnya sudah layak jual dan siap tampil di Borobudur,” ujar Afif.

Peserta yang tampil berasal dari Kabupaten Magelang dan wajib menampilkan kesenian khas asal daerah ini sehingga turut mengangkat kebudayaan lokal khas Magelang.

Salah satu peserta muda yang aktif mengikuti atraksi budaya ini adalah Iftitahul Faidha, siswi kelas 10 dari Dusun Semen, Pakis, Kabupaten Magelang. Ia mengaku sudah berkali-kali tampil di berbagai acara sejenis di Magelang.

Dalam kesempatan kali ini, Ia bersama 35 anggota grupnya menampilkan tari kreasi “Soreng Wahyu Semi Manunggal” yang dipersiapkan secara intensif selama satu minggu. Latihan dilakukannya tiga kali seminggu, yakni pada malam Rabu, Sabtu, dan Senin, mulai pukul 20.00 hingga 24.00 WIB.

“Harapannya, ke depan saya bisa terus meningkatkan kemampuan dan mengikuti lebih banyak acara seni budaya di wilayah lain,” ujarnya penuh semangat.

Melalui terselenggaranya program ini, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Magelang tidak hanya mengembangkan sektor wisata, tetapi juga mendukung pelestarian budaya tradisional dan pemberdayaan generasi muda di Magelang. (mg9/mg7)

Editor : H. Arif Riyanto
#soreng #tourist information center #jaranan #borobudur #pertunjukan seni #Disparpora Kabupaten Magelang