RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Wilayah Grabag, Kabupaten Magelang yang terdampak proyek jalan tol Jogja-Bawen mulai mendapatkan kejelasan.
Usai menunggu cukup lama, warga yang terdampak proyek tersebut mulai mendapatkan kejelasan terkait pemberian ganti kerugian.
Kepala Desa Banyusari Taryono mengatakan, untuk di Desa Banyusari, Kecamatan Grabag yang terkena proyek jalan tol Jogja-Bawen sekitar 630-an bidang dan sebanyak 400 orang bakal terdampak.
“Dan rata-rata yang terdampak di sini itu merupakan lahan persawahan. Sedangkan untuk rumah dan lahan itu di Dusun Jatur, Banyusari, dan Kalitejo, untuk di Kayupuring merupakan lahan persawahan,” jelas Taryono di sela-sela kegiatan pembebasan lahan di Balai Desa Banyusari, Rabu (15/10/2025).
Ia mengaku, sejak penetapan lokasi (penlok) pada 2021 lalu, baru pada 2025 ini masyarakat mendapatkan kejelasan terkait pembebasan lahan yang terdampak jalan tol Jogja-Bawen. “Dari beberapa tahun kami menunggu, baru tahun ini pertama kali pembayaran,” ucapnya.
Sementara itu, dalam pembayaran ganti rugi di Balai Desa Banyusari, pada Rabu (15/10/2025), hadir juga perwakilan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Kepala Divisi Pendanaan Tanah 1 LMAN Ferry Andika Harmen menjelaskan, untuk kendala kenapa proses pembebasan lahan ini cukup lama, karena ada sejumlah faktor.
Salah satunya lebih ke kendala di lapangan, seperti inventarisasi dan identifikasi bidang tanah.
Ditambah adanya proses musyawarah, baik musyawarah hasil inventarisasi dan identifikasi, perbaikan, musyawarah penetapan harga dari KJPP.
“Sehingga rentetan proses yang harus dilalui ini, menjadi faktor kenapa proses pembebasan lahan terkesan lama. Karena ini harus dilakukan agar proses ganti rugi ini tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Jogja-Bawen Muhammad Fajri Nukman mengatakan, hingga saat ini untuk proses pembebasan lahan sendiri sudah sekitar 66,82 persen.
Dan untuk pembebasan pada Rabu (15/10/2025) ini, ada sekitar 68 bidang. Dari tiga desa, yakni Banyusari, Kalikuto, dan Candiretno.
“Senilai Rp 57,1 miliar,” ujarnya.
Ferry Andika Harmen menambahkan, proses pembebasan lahan untuk proyek jalan tol Jogja -Bawen di 2025 ini ditaksir sudah menghabiskan anggaran Rp 1,7 triliun.
Dan pada Oktober hingga Desember ini dari Kementerian PU meminta alokasi anggaran tambahan Rp 600 miliar khusus untuk pembebasan lahan proyek jalan tol Jogja-Bawen.
“Anggaran tambahan Rp 600 miliar ini dialokasikan sampai akhir tahun. Mengingat, proyek jalan tol Jogja-Bawen ini merupakan PSN yang serapannya paling tinggi, selain tol Jogja-Solo,” jelasnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto