RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Anggota DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Komoditas Strategis harus mampu menjadi jalan keluar untuk membangkitkan kembali industri tembakau Indonesia yang tengah melemah.
Menurutnya, kondisi industri hasil tembakau kini berada dalam situasi sulit dan tidak lagi berpihak kepada para petani.
Ia mengaku, salah satu komoditas dalam RUU Komoditas Strategis tersebut adalah komoditas tembakau.
“Concern saya satu, yaitu ingin mengembalikan cara pandang kita sebagai bangsa agar kebijakan kita terhadap industri yang mengakar kuat di negeri kita ini justru bisa diperkuat. Jangan industri yang sudah kuat ini, akibat kebijakan yang berkiblat dari luar atau asing justru malah melemahkan industri hasil tembakau,” katanya kepada media usai berkunjung ke Secang, Kabupaten Magelang, Rabu (8/10/2025).
Apalagi di Indonesia, banyak daerah penghasil tembakau.
Seperti di Temanggung dan di sejumlah daerah di Kabupaten Magelang.
“Industri tembakau ini sudah benar-benar berjasa untuk bangsa. Salah satunya dengan memberikan jasa berupa beasiswa di sektor olahraga bulutangkis, yakni Liem Swie King, Alan Budikusuma (juara Olimpiade 1992), Christian Hadinata, Minarti Timur, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad (juara Olimpiade 2016), Kevin Sanjaya Sukamuljo (peringkat 1 dunia ganda putra), dan Mohammad Ahsan (juara dunia dan Piala Thomas), yang merupakan binaan langsung PB Djarum Kudus,” jelasnya.
Namun sekarang, kata Sofwan, industri yang sudah kokoh seperti Djarum Kudus menjadi mengkerut atau mengecil kekuatannya.
Hanya karena adanya kebijakan antitembakau.
“Kita ambil contoh di Tiongkok. Di sana, industri tembakau mendapatkan support penuh dari negara dan diperkuat. Saking kuatnya, mereka sampai bisa ekspor tembakau,” ucapnya.
Dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) Komoditas Strategis ini, di mana tembakau menjadi salah satu komoditas yang dibahas, pihaknya ingin memperkuat dan melindungi keberlangsungan petani tembakau.
Jika ingin melindungi petani tembakau, berarti juga harus menjaga kekuatan industri hasil tembakau.
“Termasuk dalam mekanisme tentang cukai,” ujarnya.
“Dan saya terima kasih kepada Pak Menteri Keuangan Purbaya yang sudah mendengarkan suara rakyat. Dan saya berharap beliau dengan gaya beliau seperti koboi, berani menertibkan rokok-rokok ilegal melalui kewenangan beliau di Direktorat Jenderal BeaCcukai. Saya berharap industri hasil tembakau di Indonesia bisa semakin kuat, apalagi ada 6 juta lebih tenaga kerja di Indonesia yang bergantung dengan industri tembakau,” katanya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto