Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Satpam Perusahaam Skincare dan Kosmetik di Secang Magelang Rekam Putri Majikan sedang Mandi

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Sabtu, 4 Oktober 2025 - 06:48 WIB

 

Photo
Photo

RADARMAGELANG.ID, MungkidSeorang satpam sebuah perusahaan jasa maklon skincare dan kosmetik di Dusun Kuwangsan, Desa Donorejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang nekat merekam anak majikannya ketika sedang mandi.

Pelaku bernama Heri yang sekarang sudah dipecat dari pekerjaannya.

Ayah korban berinisial W menjelaskan, peristiwa itu dialami putrinya, Senin (29/9/2025) pagi. Saat itu, ia dan istri dalam kondisi capek sepulang dari Surabaya.  Padahal biasanya ia atau istri sehabis subuh sudah beraktivitas.

“Tapi karena kondisi badan capek, saya izin ke istri untuk tidur sebentar habis salat subuh. Dan ternyata istri saya juga nyusul tidur sebentar,” jelas W.

Belum lama tidur, tiba-tiba W mendengar suara teriakan anak perempuannya.

Ia sempat mengecek jam ternyata baru pukul 04.30.

“Saya panik lalu lari mencari anak saya. Dari keterangan anak saya, katanya ada HP yang merekam di sela ventilasi kamar mandi,” terangnya.

W mengaku, saat kejadian, di rumah hanya ada sekuriti Heri dan seorang penjaga malam.

Dari hasil pemeriksaan seluruh karyawan, ternyata Heri yang menjadi dalang perekaman tersebut.

Tentu saja W berang.

Pasca kejadian tersebut, satpam Heri pun dipecat dengan “sangat tidak hormat”.

W mengaku, Heri diterima bekerja karena alasan kemanusiaan.

Ia tidak memiliki orang tua dan tidak ada yang mengurus hidupnya.

Namun kepercayaan yang diberikan justru dibalas dengan perbuatan yang telah mencederai mental putrinya yang masih berusia 11 tahun.

“Trauma anak saya tidak bisa hilang begitu saja. Tapi saya harap, dengan mengungkap kebenaran ini, tidak ada lagi korban lain,” jelas W.

Menurut W, ia dan K, istrinya, tidak melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan lebih memilih memviralkan di media sosial dengan pertimbangan kondisi sang anak.

Jika dilaporkan ke polisi, pastinya akan menambah beban kondisi psikis sang anak.

“Saya berharap agar penyebaran informasi ini dapat menjadi peringatan bagi perusahaan maupun masyarakat agar lebih berhati-hati dalam merekrut tenaga keamanan. Juga berhati-hati dengan pelaku,” katanya.

Selain itu, kata dia, agar sang anak lebih merasa aman.

Dari hasil mediasi, pihaknya juga meminta agar pelaku tidak muncul di hadapan anaknya.

“Kalau berani muncul, saya tidak segan melaporkan ke kepolisian. Hal ini sudah ada di surat bermaterai yang ditandatangani langsung oleh pelaku,” ujarnya. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#kosmetik #rekam #Secang Kabupaten Magelang #skincare #mandi